Latinusa Telan Pil Pahit Serbuan Barang Impor - Bukukan Rugi Hingga US$ 192,91 Juta

NERACA

Jakarta – Imbas melempemnya harga komoditas dunia membuat pendapatan PT Latinusa Tbk (NIKL) sepanjang tahun 2014 turun sebesar 5% dari US$ 172,46 juta menjadi US$ 192,91 juta atau setara Rp2,04 triliun (kurs Rp12.500/US$).

Direktur Utama PT Latinusa, Ardhiman TA mengatakan, penyebab turunnya pendapatan disebabkan tren penurunan harga penjualan yang merupakan dampak dari tekanan terhadap harga komoditas dunia sejak krisis ekonomi menyebar secara global,”Hal ini diakibatkan masih lemahnya harga komoditas global yang membuat harga produk tinplate menurun," kata Ardhiman di Jakarta, Kamis (26/3).

Dengan demikian, produsen tinplate manacanegara menurunkan harga penawaran kepada pelanggannya, sehingga persaingan berbasis harga di Indonesia terus berlanjut pada tahun ini. "Diperkirakan tren ini akan berlanjut hingga tahun 2015," ujarnya.

Menurut dia, dalam menghadapi gempuran produk tinplate impor yang membanjiri Indonesia, tentunya hal tersebut berdampak signifikan terhadap kinerja penjualan perseroan pada tahun lalu. "Sehingga total penjualan dalam kuantitatif menurun sekitar 3%," paparnya.

Salah satu faktor penurunan permintaan pelanggan adalah sikap antisipatif pelanggan yang mendorong terjadinya pemesanan. Sebagai catatan, emiten produsen tinplate ini membukukan rugi laba komprehensif sebesar US$ 7,14 juta, berbanding terbalik dengan tahun 2013 yang masih meraih laba US$ 278.000.

Asal tahu saja, penurunan perusahaan disamping imbas harga komoditas yang turun juga belum mampunya perseroan menjaga efisiensi. Di tengah penurunan pendapatan, biaya keuangan perseroan mengalami kenaikan 84% menjadi US$ 1,24 juta. Inefisiensi tersebut membuat emiten berkode NIKL di bursa efek indonesia ini mencetak rugi US$ 7,14 juta. Padahal, tahun 2013 lalu NIKL masih mampu mencetak laba US$ 278 ribu.

Untuk memperbaiki kinerja tersebut, tahun ini Latinusa bakal memanfaatkan keunggulan teknologi produksi yang tidak dimiliki oleh pesaing lain. Manajemen juga bakal mengoptimalkan efisiensi hasil produksi dan efisiensi biaya,”Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan optimalisasi struktur biaya produksi selaras dengan produsen tinplate mancanegara, sehingga bisa menjadi bekal kami untuk meningkatkan daya saing produk," tutur Ardhiman.

Sayang, dirinya enggan merinci efisiensi yang akan dilakukan dan target kinerjanya tahun ini. Yang pasti, kata dia, tahun ini perseroan telah menyiapkan US$ 1,1 juta dari cash flow perseroan untuk belanja modal. "Belanja modal tahun ini akan digunakan untuk penambahan utilisasi pabrik," tambah Direktur Keuangan Latinusa, Slamet Gunawan.

Saat ini, kapasitas produksi pabrik Latinusa sebesar 160.000 ton per tahun. Catatan saja, tahun lalu Latinusa mencatat penurunan volume produksi sebesar 9,74% yaitu dari 149.014 ton pada tahun 2013 menjadi 134.503 ton.

Secara garis besar, penggunaan produk tinplate sepanjang tahun 2014 adalah kaleng susu 25,28%, kaleng cat 17,62%, kaleng bahan makanan 13,64%, kemasan makanan kering 16,18%, kemasan produk kimia 18,32%, kaleng minyak goreng 1,60%, kemasan buah dan minuman 2,03%, dan kebutuhan general can 5,32%. Per akhir tahun lalu, Latinusa menguasai pangsa pasar 62,63%, turun dibandingkan dengan tahun 2013 yang 63,36%. "Dengan upaya yang kami lakukan, diharapkan pangsa pasarnya bisa naik hingga 80%," pungkas Ardhiman. (bani)

Related posts