Mandiri Ingin Rekrut 300 Ribu Agen

NERACA

Jakarta -PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menargetkan perekrutan 300 ribu agen pada lima tahun mendatang sejak perseroan mulai diizinkan untuk melaksanakan "program laku pandai" oleh Otoritas Jasa Keuangan."Kami menargetkan 9 ribu agen pada tahun pertama dan menjadi 50 ribu agen pada tahun ketiga serta menjadi 200-300 ribu agen pada tahun kelima," kata Direktur Utama Bank Mandiri, Budi Gunadi Sadikin, di Jakarta, Kamis (26/3).

Dia menuturkan pihaknya ingin mempelajari terlebih dulu bagaimana perilaku, risiko, dan mitigasi dengan konsep keagenan tersebut. Oleh karena itu, untuk tahun pertama, Bank Mandiri tidak memasang target tinggi untuk perekrutan agen."Konsep agen ini adalah hal baru. Kalau transaksi selama ini dilakukan di cabang, kemudian geser ke ATM, kita sudah tahu. Sekarang ke agen, kita akan pelajari dahulu," ujar Budi.

Mandiri sendiri juga akan memulai dengan tabungan dengan karakteristik basic saving account(BSA). Tabungan dengan karakteristik basic saving account (BSA) adalah tabungan yang tidak memiliki batas minimum, baik saldo maupun transaksi setor tunai.Tabungan tersebut juga memiliki batas maksimum saldo yaitu Rp20 juta, dan maksimum transaksi pendebetan per bulan adalah Rp5 juta.

Selain itu, tabungan itu tanpa biaya administrasi bulanan dan tidak dikenakan biaya untuk pembukaan dan penutupan rekening serta transaksi pengkreditan rekening.Budi juga menambahkan, dalam pembukaan akun rekening bank oleh agen, dari sisi KYC (Know Your Customer) memang sudah dipermudah dan lebih sederhana.

Hal tersebut dinilainya akan sangat membantu bagi agen-agen untuk dapat menggaet nasabah-nasabah di area terpencil yang tidak dapat diakses oleh bank."Misalnya saya kalau mau buka akun itu ada 13 field yang harus diisi, sekarang sudah turun dari 13 ke 6. Seingat saya cuma nama, tempat, tanggal lahir, alamat, pekerjaan dan ibu kandung. Jadi sudah jauh dipermudah," kata Budi. [ardi]

Related posts