Maybank Asset Management Gandeng BII - Pasarkan Produk Reksa Dana

NERACA

Jakarta- Pasarkan penjualan produk reksa dana lebih agresif lagi, PT Maybank GMT Asset Management (Maybank GMT), anak usaha Maybank Asset Management Berhad menggandeng PT Bank Internasional Indonesia Tbk (BII). Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Kamis (26/3).

Direktur Retail Banking BII, Lani Darmawan mengatakan, produk reksa dana Maybank GMT memperkaya keragaman produk investasi yang ditawarkan melalui BII,”Dengan pilihan produk yang lebih beragam, nasabah memiliki banyak pilihan investasi yang dapat disesuaikan dengan tujuan dan jangka waktu investasi serta profil risiko yang dimilikinya,”ujarnya.

Menurutnya, kemitraan strategis itu selaras dengan misi BII, "humanizing financial services" untuk senantiasa menyediakan layanan dan produk yang sesuai dengan kebutuhan nasabah. Disebutkan, dalam kerja sama itu, dipaparkan bahwa BII bertindak sebagai agen penjual atau "selling agent" yang akan mendistribusikan produk-produk reksa dana yang dikelola Maybank GMT, meliputi Reksa Dana Maybank GMT Pasar Uang, Reksa Dana Maybank GMT Dana Fleksi dan Reksa Dana Maybank GMT Dana Ekuitas, serta produk Reksa Dana Proteksi yang akan diluncurkan secara eksklusif bagi nasabah BII.

Sementara President Director Maybank GMT Asset Management Marto Sutiono mengatakan, reksa dana Maybank GMT yang berdenominasi rupiah itu ditujukan untuk memenuhi kebutuhan nasabah terhadap produk investasi yang inovatif sehingga dapat memberikan imbal hasil kompetitif untuk mencapai tujuan keuangan jangka menengah dan panjang sesuai dengan profil risiko nasabah,”Maybank GMT Asset Management bekerja sama dengan BII karena memiliki jaringan pemasaran yang luas. Target ke depan, Maybank GMT akan menerbitkan Reksa Dana Konvensional dan Reksa Dana Proteksi,"ungkapnya.

Penandatanganan nota kerja sama itu dilakukan oleh Lani Darmawan dan Marto Sutiono, dengan disaksikan perwakilan CEO Maybank Asset Management Group Nor'Azamin Salleh, dan Risk Director BII Henky Sulistyo. Seluruh produk reksa dana itu akan ditawarkan kepada nasabah BII melalui 26 layanan eksklusif wealth management BII Platinum Access dan 198 kantor cabang BII penjual reksa dana.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat total dana kelolaan reksa dana hingga Februari 2015 tercatat sebesar Rp236,59 triliun, bertambah sekitar 2,07 triliun dibanding bulan sebelumnya.Disebutkan, meningkatnya jumlah dana kelolaan reksa dana pada bulan lalu seiring dengan meningkatnya jumlah unit penyertaan sebanyak 1,8 miliar menjadi Rp147,18 miliar dari 145,38 miliar.

Total dana kelolaan tersebut mayoritas masih dikontribusi dari reksa dana saham, yang mencapai Rp97,69 triliun atau 41,21% dari total dana kelolaan reksa dana. Sedangkan, reksa dana terproteksi mengontribusi 18,02% atau senilai Rp42,71 triliun.

Posisi ketiga adalah reksa dana pendapatan tetap senilai Rp36,46 triliun atau sekitar 15,38%. Reksa dana campuran membukukan dana kelolaan sebesar Rp18,94 triliun atau 7,99% terhadap keseluruhan dana kelolaan. Reksa dana pasar uang mencatat dana kelolaan senilai Rp26,50 triliun atau 11,18% dan reksa dana indeks Rp494,50 miliar atau 0,21%.

Sementara reksa dana syariah berbasis campuran mencatat dana kelolaan sebesar Rp1,73 triliun atau 0,73%, reksa dana syariah berbasis terproteksi sebesar Rp1,46 atau 0,61%, reksa dana syariah berbasis saham Rp6,35 triliun atau 2,68%. (bani)

Related posts