PTPP Kejar Pendapatan Sektor Peralatan - Tambah 75 Unit Tower Crane

NERACA

Jakarta – Kembangkan ekspansi bisnis di sektor konstruksi, PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (PTPP) mengakuisisi PT Primajasa Aldodua (PJA), anak perusahaan Yayasan Kesejahteraan Karyawan Pembangunan Perumahan (YKKPP) yang kemudian berubah nama menjadi PT PP Peralatan Konstruksi (PP Peralatan). Hingga kini, PP Peralatan memiliki 75 unit tower crane. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Kamis (26/3).

Direktur Utama PTPP, Bambang Triwibowo mengatakan, pertumbuhan kinerja PTPP tahun lalu salah satunya didukung kontribusi PP Peralatan. Menurutnya, pilar bisnis PP Peralatan meliputi penyewaan peralatan konstruksi dan pemborongan bekisting proyek gedung. Di pilar bisnis penyewaan, perseroan memiilki 75 unit tower crane. Disamping itu, PP Peralatan juga memiliki sejumlah peralatan untuk disewakan, antara lain tower crane, passenger hoist, earth moving equipment dan perancah bekisting. "PP Peralatan sebagai yang terbesar di bidangnya," kata Bambang.

Untuk mempercepat pertumbuhan kinerja, PP Peralatan akan masuk ke bisnis pemborongan pekerjaan sipil dan bored pile seiring perkembangan pasar konstruksi nasional yang semakin pesat. Target pasarnya adalah proyek-proyek di internal maupun di luar PTPP.

PP Peralatan menargetkan kontrak baru tahun 2015 sebesar Rp 280 miliar naik 260% dibandingkan dengan realisasi tahun 2014 sebesar Rp. 77 miliar. Sedangkan pendapatan ditargetkan sebesar Rp 285 miliar naik 53% dibandingkan realisasi tahun 2014 Rp 186 miliar. Laba kotor ditargetkan sebesar Rp 87 miliar naik 33% dibandingkan tahun 2014 sebesar Rp 65 miliar.

Tahun ini, PTPP menargetkan laba bersih sebesar Rp 730 miliar atau naik 37,2% dari laba bersih 2014 sebesar Rp 532 miliar. Direktur Keuangan PT PP, Tumiyono pernah bilang, peluncuran sejumlah produk baru dipastikan mendongkrak kinerja perseroan,”Tahun ini PT PP melalui anak usahanya PT PP Properti akan meluncurkan produk baru yakni Apartemen Ayoma di Serpong, Apartemen Payon Amartha di Semarang, dan The North East Square di Surabaya,”ungkapnya.

Selain itu, PT PP juga melanjutkan pembangunan beberapa proyek yang sedang berjalan (existing) seperti Kamala Lagoon di Kalimalang dan Grand Sungkono Lagoon di Surabaya. Selain itu, pendapatan perseroan juga diharapkan mampu melesat hingga 53% dari 12,42 triliun pada 2014 menjadi Rp 19 triliun tahun ini.

Menurutnya, dengan sejumlah proyek tersebut, perseroan diharapkan mampu mencetak pendapatan hingga akhir 2015 sebesar Rp 19 triliun atau melesat 53% dari Rp 12,42 triliun pada 2014. Adapun kontrak baru ditargetkan tumbuh 30% sebesar Rp 27 triliun di 2015, dimana angka tersebut belum termasuk carry over kontrak 2014.

Sepanjang tahun lalu, PTPP membukukan laba bersih sebesar Rp531,95 miliar, tumbuh 26,44% dibanding tahun sebelumnya senilai Rp420,71 miliar. Laba per saham dasar meningkat menjadi Rp110/lembar dibanding tahun sebelumnya Rp87/lembar. Dijelaskan, naiknya laba bersih perusahaan ditopang naiknya pendapatan usaha sebesar 6,60% menjadi Rp12,43 triliun dibanding tahun sebelumnya Rp11,66 triliun. (bani)

Related posts