Taman Bisnis Akuakultur Dorong Produksi Udang - Industri Perikanan Air Payau

NERACA

Jakarta – Pembangunan perikanan budidaya selain dituntut untuk meningkatkan produksi tetapi juga harus menghasilkan produk yang berkualitas serta mampu bersaing di pasar global. Disamping itu, perikanan budidaya juga di tuntut untuk melakukan usaha yang ramah lingkungan sehingga dapat dilakukan secara berkelanjutan. Udang masih merupakan komoditas primadona baik bagi pembudidaya dan eksportir karena harganya yang cukup tinggi dan pasar yang masih terbuka.

“Saat ini, budidaya udang kita masih bebas dari serangan penyakit. Tetapi kita harus tetap waspada dengan melakukan langkah-langkah pencegahan dan antisipasi munculnya serangan penyakit yang sudah menyerang beberapa negara di Asia,” kata Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Slamet Soebjakto, dikutip dari keterangan resmi di Jakarta, Kamis.

Lebih lanjut Slamet mengatakan bahwa langkah pencegahan yang saat ini dilakukan adalah melarang penggunaan induk yang berasal dari tambah pembesaran. “Penggunaan induk udang yang berasal dari tambak pembesaran, sangat rentan terhadap munculnya penyakit baik itu Early Mortality Syndrome (EMS) maupun White Faeces Disease (WFD).Seleksi induk yang tidak memenuhi kaedah selective breeding dan tidak dilakukan oleh orang yang mempunyai kompetensi akan mendorong munculnya penyakit-penyakit tersebut,” kata Slamet.

Untuk itu, Slamet telah menugaskan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perikanan Budidaya khususnya Budidaya Air Payau, untuk mengawasi dan mencegah terjadinya seleksi induk dari tambak tersebut. “Ini adalah salah cara untuk mencegah munculnya penyakit WFD tersebut. Saat ini, untuk mencegah penyakit ini yang perlu dilakukan adalah melakukan persiapan lahan sesuai anjuran antara lain melakukan pengeringan lahan secara sempurna, kemudian menggunakan benih udang dari unit pembenihan bersertifikat. Hindari menggunakan benih udang dari unit pembenihan yang belum menerapkan Cara Pembenihan Ikan yang Baik (CPIB).Karena dikawatirkan adanya penggunaan induk udang tanpa melakukan selective breeding secara tepat, sehingga benih yang dihasilkan kurang bermutu dan mudah terserang penyakit,” ungkap Slamet.

Slamet juga terus mendorong penerapan CPIB dan Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB) di semua unit usaha budidaya perikanan. “Penerapan CPIB di unit pembenihan dan CBIB di unit pembesaran secara tepat dan sesuai anjuran akan menghasilkan hasil yang berkualitas dan usaha nya pun dapat terus berjalan dan berproduksi.Penerapan Good Aquaculture Practices (GAP) baik itu CPIB dan CBIB merupakan cerminan Perikanan Budidaya yang Mandiri, Berdaya Saing dan Berkelanjutan,” jelas Slamet.

Taman Bisnis Akuakultur

Pada kesempatan terpisah, Sekretaris Ditjen Perikanan Budidaya, Tri Hariyanto, menjelaskan kepada media tentang instalasi budidaya udang DJPB yang berada di Desa Lontar, Kecamatan Kemiri, Kab.Tangerang. “Instalasi Budidaya Udang di lokasi ini mempunyai nilai strategis.Yang pertama, bahwa ini membuktikan bahwa budidaya udang dapat dilakukan di lokasi yang dekat dengan pabrik dan tetap menguntungkan. Kedua, Budidaya udang dengan menerapkan teknologi anjuran akan menghasilkan produksi udang yang optimal. Ketiga, Lokasi ini dapat menjadi percontohan lokasi lain yang akan menerapkan budidaya udang dengan lingkungan yang sama,” katanya.

Selanjutnya Tri mengatakan bahwa, ke depan Instalasi ini akan dikembangkan menjadi Taman Bisnis Akuakultur. “Setelah berproduksi kurang lebih hampir 3 tahun, di sini mempunyai potensi untuk dikembangkan menjadi Taman Bisnis Akuakultur.Karena di lokasi ini dapat menjadi tempat gelar inovasi teknologi, tempat praktek lapangan, sebagai outlet penyedia benih bermutu, incubator bisnis usaha budidaya dan juga dapat digunakan sebagai model kawasan pengendalian penyakit udang/ikan.Tentu saja diperlukan kerja keras semua pihak yang berkepentingan untuk mewujudkan hal tersebut. Tapi kita yakin, apabila kita berusaha yang terbaik untuk kesejahteraan masyarakat, jalan menuju kesana akan dipermudah,” pungkas Tri.

Related posts