Butuh Modal, BTPN Tunda Bagikan Dividen

NERACA

Jakarta – Ketatnya likuiditas industri perbankan saat ini memaksa beberapa perbankan nasional melakukan efisiensi dalam pengembangan bisnis, langkah inilah yang dilakukan PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) yang menunda untuk membagikan dividen.

Keputusan perseroan menunda membagikan dividen tahun buku 2014, telah mendapatkan persetujuan dari pemegang saham dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST). Kata Direktur Utama BTPN Jerry Ng, keputusan pemegang saham untuk tidak mengambil dividen merefleksikan komitmen jangka panjang agar perseroan dapat tumbuh berkelanjutan,”Kami bersyukur kepada pemegang saham memutuskan untuk menggunakan 100% laba bersih BTPN sebesar Rp1,85 triliun sebagai saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya atau retained earnings," ujarnya di Jakarta, kemarin.

Di tempat yang sama Chief Financial Officer (CFO) BTPN, Arief Harris Tandjung menjelaskan, penggunaan laba bersih tahun lalu akan digunakan untuk pengembangan investasi. Pengembangan tersebut berupa infrastruktur, sumber daya manusia (SDM), informasi teknologi (IT), dan jaringan cabang perseroan,”Karena manajemen dan pegang saham sepakat laba tahun sebelumnya untuk pengembangan investasi infrastruktur, SDM, IT, dan jaringan cabang," jelas dia.

Sementara private placement juga tidak ada. Anggaran modal perseroan sebesar Rp11,8 triliun dan posisi CAR 23,3%. "Kita punya ruang ekspansi usaha. Komitmen pemegang saham tetap mendukung perkembangan usaha BTPN," pungkas Arief.

Selain itu, dalam RUPST juga menyetujui untuk menambah jajaran direksi. Disebutkan, perseroan mengangkat dua anggota direksi yakni Wolf Arno Kluge yang sebelumnya menjabat sebagai Chief Risk Officer BTPN, serta Maya Kartika yang sebelumnya menjabat Chief Human Capital BTPN.

Kata Dirut BTPN Jerry Ng, dengan tambahan dua anggota direksi yang baru diharapkan ke depannya akan terus mendukung pengembangan layanan perbankan. Disertai dengan program pemberdayaan ke segmen pasar yang jadi fokus perseroan,”Yaitu para pensiunan, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta komunitas prasejahtera produktif,”ungkapnya. (bani)

BERITA TERKAIT

BTPN Bukukan Laba Bersih Rp 1,09 Triliun

NERACA Jakarta – Semester pertama 2018, PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) membukukan laba bersih Rp 1,09 triliun atau…

Laba BTPN Tumbuh 17%

      NERACA   Jakarta - PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) mencatatkan pertumbuhan laba bersih 17 persen…

Mentan Akan Bagikan Satu Juta Bibit Jeruk Koprok

NERACA Jakarta - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan, akan membagikan satu juta bibit jeruk keprok kepada masyarakat pada 2018…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

BRPT Siapkan Belanja Modal US$ 1,19 Miliar

Dalam rangka meningkatkan kapasitas produksi pabrik petrokimia sebesar 900 ribu ton menjadi 4,2 juta ton per tahun, PT Barito Pacific…

Gandeng Binar Academy - Telkomsel Edukasi Digital Anak Muda di Timur

NERACA Jakarta - Dalam rangka pemerataan dan menggejot partisipasi anak muda di kawasan Timur Indonesia dalam kompetisi The NextDev, Telkomsel…

Juli, Fast Food Baru Buka 6 Gerai Baru

Ekspansi bisnis PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST) dalam membuka gerai baru terus agresif. Tercatat hingga Juli 2018, emiten restoran…