BRAU Terbitkan Obligasi US$ 831,25 Juta

PT Berau Coal Energy Tbk (BRAU) bakal menerbitkan obligasi hingga US$ 831,25 juta. Obligasi tersebut akan ditukar dengan surat utang yang jatuh tempo pada 2015 senilai US$ 450 juta dan surat utang yang jatuh tempo pada 2017 sebesar US$ 500 juta.

Direktur Utama Berau Coal Energy, Amir Sambodo mengatakan, selain masa jatuh tempo diperpanjang, nilai surat utang baru nanti akan dikurangi pembayaran awal pokok utang senilai total US$ 118,75 juta. Rinciannya, sebanyak US$ 62,47 juta akan digunakan untuk membayar surat utang yang jatuh tempo tahun ini dan sebanyak US$ 56,28 juta akan dipakai untuk melunasi surat utang yang jatuh tempo pada 2017,”Kami akan menerbitkan surat utang baru sebelum Juli 2015 untuk ditukar dengan yang jatuh tempo tahun ini,” kata Amir di Jakarta, kemarin.

Namun sayangnya, dirinya belum bisa menjelaskan, apakah perseroan berencana sekaligus menukarkan surat utang yang jatuh tempo pada 2017 pada tahun ini. Sesuai rencana, Berau Coal berencana menukar surat utang berbunga 12,5% yang jatuh tempo pada 2015 dengan surat utang baru yang jatuh tempo pada Juli 2019. Selain itu, perseroan siap menukar surat utang yang memiliki bunga 7,25% dan jatuh tempo pada 2017 dengan surat utang baru yang jatuh tempo pada Desember 2020.

Sementara itu, perusahaan tambang ini juga tengah menjajaki fasilitas kredit bergulir (revolving credit facility) hingga senilai US$ 50 juta. Perseroan akan menggunakan pinjaman sebesar US$ 23,75 juta untuk pelunasan kembali surat utang (notes) atau notes yang baru dengan basis prorata berdasarkan nilai pokok yang terutang. (bani)

Related posts