Mitsubishi Motors Corporation Bangun Pabrik di Cikarang

Mitsubishi Motors Corporation resmi melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) untuk pembangunan pabriknya di Indonesia. Pabrik yang berlokasi di Greenland International Industrial Center (GIIC), Blok CH, Kota Deltamas Desa Pasir Ranji, Kecamatan Cikarang Pusat, Bekasi, dibangun di atas tanah seluas 30 hektare (Ha) dengan nilai investasi sekitar Rp 6 triliun.

Menteri Perindustrian Saleh Husin yang meresmikan pabrik bersama dengan Chairman of the Board and CEO Mitsubishi Motors Corporation Osamu Masuko, Executive Vice President Mitsubishi Corporaton Toru Moriyama, dan President Commisioner PT Krama Yudha Eka Rasja Putra Said, mengatakan, pemerintah memberi apresiasi kepada PT Mitsubishi Motor Krama Yudha Indonesia atas kepercayaan serta komitmennya untuk terus menerus berinvestasi di Indonesia.

Menurut Saleh, pembangunan pabrik ini akan memberikan dampak ekonomi yang cukup signifikan bagi bangsa Indonesia, dalam bentuk penyediaan lapangan kerja maupun penerimaan pajak untuk menunjang pembangunan nasional.

"Pabrik ini memiliki kapasitas produksi sebesar 160.000 unit per tahun, akan menciptakan lapangan kerja baru sekitar 3.000 orang dan direncanakan mulai beroperasi pada awal 2017," ucap Saleh saat acara groundbreaking PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia (MMKYI), Bekasi, beberapa hari lalu.

Seperti diketahui, pembangunan pabrik tersebut sebagai tindak lanjut dari sederet pertemuan yang dilakukan oleh rombongan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) dengan para perwakilan perusahaan di Jepang beberapa waktu lalu.

Pabrik Mitsubishi tersebut nantinya akan lebih berorientasi untuk ekspor produk yakni 30 persen, sehingga lebih menguntungkan bagi Indonesia untuk penerimaan devisa. Saleh juga menambahkan bahwa konten lokal dalam produk yang dibuat harus lebih besar nantinya.

"Salah satu juga kami minta kalau bisa nanti R&D-nya pun termasuk local content juga betul-betul dinaikkan dan R&D dibuat di Indonesia sehingga walaupun kita tahu bahwa yang tentukan ekspor ini kan di Jepang, dengan kita lakukan untuk dibangun tipe mobil di Indonesia dengan untuk global itu berarti bisa dilakukan ekspor ke mana pun," tutup dia. (ahm)

Related posts