Asbanda Berharap BPD Diatur di Bab Tersendiri - RUU Perbankan

NERACA

Jakarta -Masuknya RUU Perubahan Kedua Atas UU No. 7 Tahun 1992 tentang Perbankan dalam program legislasi nasional (Prolegnas) prioritas tahun 2015 terus mendapat respon dari sejumlah pihak. Kali ini, respon datang dari Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda).

Ketua Bidang IT dan Legal Asbanda, Daniel Tagu Dedo, menyarankan agar substansi mengenai Bank Pembangunan Daerah (BPD) menjadi bab tersendiri di RUU Perbankan. Dalam bab tersebut, banyak klausul yang bisa dimasukkan sehingga memperkuat peran BPD dalam pembangunan nasional.

Misalnya, lanjut Daniel, adanya ketegasan mengenai ruang lingkup BPD, mengenai status kepemilikan saham, rencana dan jangkauan wilayah kerja, produk serta remunerasi. Selain itu, dalam RUU Perbankan diperlukan klausul mengenai tujuan dibentuknya BPD.

"BPD didirikan sebagai pengelola kas daerah. Kalau dana APBN dan APBD dikelola oleh satu bank, demi efísiensi nasional. Ini harus diperjuangkan, sehingga tidak ada lagi operasional risk," tutur Daniel di kantor Asbanda di Jakarta, Rabu (25/3).

Hal sama diutarakan Ketua Umum Asbanda, Eko Budiwiyono. Ia berharap, fungsi BPD yang menjadi pilar perbankan Indonesia bisa dimasukkan dalam RUU. "Tujuannya agar BPD menjadi bank regional yang kuat dan berdaya saing tinggi serta berkontribusi signifikan bagi pertumbuhan dan pemerataan ekonomi daerah," katanya.

Dalam lima tahun terakhir, lanjut Eko, kinerja BPD terus meningkat. Hingga Desember 2014, aset BPD mencapai Rp446,17 triliun atau meningkat 12,55 ppersen dibandingkan Desember tahun 2013 yang sebesar Rp390,17 triliun. Menurutnya, kekuatan aset BPD tersebut menunjukkan bahwa BPD bisa menjadi potensi kekuatan yang solid dalam kancah persaingan industri perbankan nasional.

"Dengan prestasi dan pertumbuhan kinerja BPD secara nasional maupun lokal saat ini, BPD optimis mampu menjadi garda terdepan pembangunan ekonomi daerah untuk mendukung suksesnya program pemerintah," tutur Eko. [ardi]

BERITA TERKAIT

Pengawasan Perbankan dan Harga Komoidtas

Oleh: Achmad Deni Daruri, President Director Center for Banking Crisis Pengawasan perbankan berkaitan erat dengan harga komoditas, apalagi jika negaranya…

Menkop Berharap Pemuda Jadi Motor Penggerak Koperasi

Menkop Berharap Pemuda Jadi Motor Penggerak Koperasi NERACA Jakarta - Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga berharap generasi muda (pemuda)…

BNI Tumbuh Lampaui Fungsi Perbankan - Transformasi Digital di Usia Ke-72

NERACA Jakarta - Menginjak usia 72 tahun, PT Bank Negara Indonesia(Persero) Tbk atau BNI mencatatkan pencapaian yang melampaui standar perbankan,…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

BI Tahan Suku Bunga Acuan 5,25%

      NERACA   Jakarta - Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) pada 18-19 Juli 2018 memutuskan untuk…

Kredit BTN Tumbuh 19,14%

      NERACA   Jakarta - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk mencatatkan peningkatan penyaluran kredit sebesar 19,14% secara…

Laba Bank Jatim Tumbuh 5,01%

      NERACA   Jakarta - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) mencatatkan laba bersih mengalami…