KPEI Siap Likuidasi Anggota Kriliring - Gagal Bayar Kontrak Berjangka

NERACA

Jakarta –Ditengah gencar-gencarnya PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengembangkan produk investasi baru kontrak berjangka, rupanya PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) sebagai lembaga SRO memberikan penegasan akan melikuidasi anggota kliring yang kedapatan gagal bayar atas kontrak berjangka.

Direktur Utama KPEI Bambang Widodo mengatakan sebelum proses likuidasi anggota kliring mendapatkan kesempatan menuntaskan pembayaran atas trasaksi di Bursa Efek Indonesia,”KPEI akan melaporkan ke BEI bahwa ada anggota kliring kontrak berjangka dan opsi gagal bayar," ujarnya di Jakarta, Rabu (25/3).

Dia menjelaskan, kesempatan anggota kliring agar tidak terkena likuidasi akibat gagal bayar dengan memenuhi kewajiban kontrak yang masih tersisa, baik posisi terbuka anggota kliring maupun nasabah hingga sesi 2 perdagangan berakhir. "KPEI akan melakukan likuidasi paksa atas kontrak terbuka jika hingga sesi 2 berakhir, anggota kliring gagal bayar kontrak berjangka dan opsi masih belum memenuhi kewajibannya dan atau masih memiliki posisi kontrak terbuka," katanya.

Setelah KPEI melikuidasi anggota kliring atas kontrak tersebut, kata dia, KPEI bertanggung jawab atas kegagalan yang terjadi pada proses penyelesaian transaksi dengan mekanisme yang diatur Otoritas Jasa Keuangn (OJK) yaitu penggunaan dana jamina,”Kami tanggung jawab atas kegagalan tersebut, kan mereka ada dana jaminan 0,01 dari nilai transaksi dan dana pengaman Rp200 juta," kata dia.

Sementara itu, PT Bursa Efek Indonesia terus mendorong pasar derivatif atau tempat diperdagangankannya surat-surat berharga yang nilainya didasarkan aset yang mendasarinya (underlying asset atau elementary asset).

Kepala Divisi Pendukung Perdagangan BEI, Erna Dewayani menuturkan, pasar derivatif merupakan diversifikasi bisnis,”Poin perdagangan pasar derivatif itu reaktivasi karena ada spesifikasi bisnis,”paparnya.

Menurutnya, pasar derivatif sebagai subsistem pasar keuangan Indonesia yang memiliki peranan strategis sebagai mekanisme tranfer risiko, price discovery, market integrity yang membuat pasar keuangan semakin terpercaya, enhance effisiency, dan enhance liquidity. Ia mengatakan pasar derivatif bukanlah judi, tetapi spekulasi.

Dia menegaskan, pasar derivatif berbeda dengan pasar equity yang menggunakan sistem cash. Dimana instrumen baru di pasar derivatif diperuntukkan bagi yang akan hadging dengan underlaying saham atau surat utang.

Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa, Samsul Hidayat pernah bilang, pengembangan produk derivatif terus dimatangkan dan diramu lebih baik agar minat investor tumbuh, “Dalam kajian, kami menemukan bahwa produk derivatif sebelumnya memiliki kekurangan dari produk spesifikasi yang tidak lazim digunakan di negara lain. Hal ini sudah kami perbaiki pada produk yang kami kembangkan saat ini," ujarnya. (bani)

Related posts