Harga Gas Elpiji 3 Kg Bisa Naik Jadi Rp 45 Ribu - Terapkan Subsidi Langsung

NERACA

Jakarta – Pemerintah tengah mengkaji untuk menerapkan subsidi langsung bagi pengguna gas elpiji 3 kilogram. Nantinya, subsidi tersebut akan diberikan kepada yang berhak melalui kartu yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Kajian tersebut dilakukan oleh pemerintah tatkala banyaknya pengguna gas melon bersubsidi yang salah sasaran karena lebih banyak digunakan oleh kalangan mampu. Dengan kebijakan tersebut, nantinya harga gas elpiji 3 kilogram tak lagi mendapatkan subsidi dari pemerintah.

Pelaksana Tugas Dirjen Migas I Gusti Nyoman Wiratmaja Puja mengatakan ketika subsidi langsung dijalankan maka harga gas 3 kilogram akan berpotensi naik menjadi Rp42 ribu hingga RP45 ribu per tabungnya dari harga sebelumnya Rp17 ribu hingga Rp19 ribu per tabung lantaran disubsidi oleh pemerintah. “Nantinya harga tabung gas melon akan menjadi harga keekonomian seperti halnya gas elpiji ukuran 12 kilogram,” ungkapnya di Jakarta, Rabu (25/3).

Wiratmaja mengatakan nantinya harga gas elpiji di pasar sama yaitu tanpa subsidi baik yang ukuran 12 kg maupun 3 kg. Akan tetapi, dengan kartu yang dibagikan oleh pemerintah maka orang yang berhak mendapatkan subsidi akan mendapatkan diskon. “Semua harga (Elpiji) di pasar sama, tanpa subsidi. Mau yang 12 kg atau 3 kg. Tetapi yang miskin ada kartu diskonnya. Sekarang yang sekarang 12 kg itu Rp134 ribu, berarti sekitar Rp12 ribu per kg," ucapnya.

Ia menambahkan, kartu subsidi Elpiji tersebut nantinya tidak bisa dicairkan dalam bentuk uang tunai. Kartu tersebut akan berisi Rp42 ribu hingga Rp45 ribu atau untuk 5 kg Elpiji. “Nantinya tiap bulan di transfer dana oleh pemerintah, tapi dana itu enggak boleh dalam cash. Pada saat membeli gas elpiji, jadi semacam kartu khusus untuk beli elpiji," tukasnya.

Wiratmaja Puja mengatakan, pihaknya akan melakukan uji coba subsidi langsung elpiji di 3 daerah yakni Batam, Bali, dan Bangka. “Kita akan bikin pilot project untuk subsidi langsung. Tujuannya agar subsidi ini tepat sasaran," katanya.

Lebih jauh lagi, Wiratmaja menceritakan sistem subsidi langsung untuk gas elpiji ini merupakan hasil pembelajaran yang telah dilakukan oleh India. Bahkan ia menilai negeri bollywood tersebut telah sukses menjalankan program tersebut. “Kalau dilihat memang cukup kompleks, tapi yang sudah berhasil (subsidi langsung) itu di India benchmark-nya,” tuturnya.

Wiratmadja menjelaskan, sistem penyaluran elpiji di India sebelumnya persis seperti Indonesia, dengan sistem terbuka yang menyebabkan masyarakat golongan apapun leluasa membelinya. Bahkan, pembelian elpiji di India saat itu sampai menimbulkan antrean. “Di India itu dulu kayak kita subsidinya. Subsidi dan tidak subsidi bedanya jauh, orang yang beli elpiji ngantre panjang sampai ratusan meter. Tapi begitu menggunakan skema subsidi langsung, di sana tidak ada lagi antrean,” tandasnya.

Sementara itu, Menteri ESDM Sudirman Said mengatakan pengalihan subsidi elpiji tabung 3 kg ke bantuan langsung non tunai melalui Kartu Keluarga Sejahtera alias kartu sakti. Salah satunya agar elpiji melon ini tidak jadi permainan agen elpiji nakal atau penyelewengan. “Secara kebijakan arahnya ke sana yakni subsidi langsung. Tapi memang, Elpiji 3 kg ini secara operasional rumit, tapi harus diselesaikan cepat,” ujarnya.

Sudirman mengatakan, tujuan pemerintah untuk mengubah subsidi elpiji menjadi subsidi langsung adalah, agar subsidi dari negara ini tepat sasaran atau langsung dinikmati masyarakat miskin. “Yang penting arah kebijakannya adalah nomor satu, harus sampai pada masyarakat miskin. Supaya orang miskin yang pegang kartu bisa belanjakan uangnya ketika membeli elpiji,” katanya.

Sudirman menambahkan, pemerintah sedang menghitung berapa besaran subsidi langsung elpiji di 'kartu sakti', termasuk harga Elpiji 3 kg yang ditetapkan Pertamina. Karena Elpiji 3 kg nanti otomatis tidak disubsidi lagi. “Masih dihitung, lagi dikaji, termasuk harga Elpiji-nya Pertamina. Subsidi langsung ini agar tidak terjadi seperti sekarang, penyelewengan dan permainan agen nakal,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan, pemerintah akan melihat dulu hasil uji coba terkait dengan penerapan sistem distribusi elpiji bersubsidi tabung tiga kilogram secara tertutup yang rencananya dilakukan bulan Juni 2015.

Related posts