IHSG Balik Arah Kembali Ke Zona Merah

NERACA

Jakarta –Aksi ambil untung investor karena khawatiran kenaikan suku bunga the Fed kembali muncul, berhasil memukul laju indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang terkoreksi sejak diawal perdagangan hingga penutupan.

Kata Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada, ambil untung saham oleh investor membebani laju IHSG BEI, hal itu dikarenakan pasar kembali dibayangi oleh kenaikan suku bunga the Fed menyusul data ekonomi AS yang positif,”Beberapa data AS seperti manufaktur dan penjualan rumah baru yang meningkat diiringi dengan pemulihan tenaga kerja di AS menunjukkan tanda-tanda kenaikan suku bunga AS,”ujarnya di Jakarta, Rabu (25/3).

Sementara analis Asjaya Indosurya Securities William Surya Wijaya menambahkan, IHSG masih berada dalam area konsolidasi, namun masih berada dalam level psikologis karena level belum menembus level bawah di 5.401 poin,”Kekuatan naik IHSG belum berubah dan masih berpotensi ke depannya," katanya.

Berikutnya, indeks BEI Kamis diperkirakan akan bergerak konsolidasi dengan tren kembali melemah. Mengakhiri perdagangan saham di BEI Rabu kemarin, IHSG ditutup melemah 42,159 poin (0,77%) ke level 5.405,489. Sementara Indeks LQ45 terpangkas 8,446 poin (0,89%) ke level 939,373.

Investor asing masih terus melepas saham. Transaksi investor asing hingga sore terpantau melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 399,644 miliar di seluruh pasar. Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 230.674 kali dengan volume 7,633 miliar lembar saham senilai Rp 6,841 triliun. Sebanyak 82 saham naik, 232 turun, dan 69 saham stagnan.

Mayoritas bursa-bursa di Asia sore ini menutup perdagangan dengan positif, kecuali pasar saham China dan BEI. Lesunya Wall Street memberi sentimen negatif. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Mitra Keluarga (MIKA) naik Rp 1.200 ke Rp 22.400, Metropolitan Kentjana (MKPI) naik Rp 500 ke Rp 14.000, HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 325 ke Rp 67.575, dan Acset Indonusa (ACST) naik Rp 300 ke Rp 5.500. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Astra Agro (AALI) turun Rp 1.050 ke Rp 23.500, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 950 ke Rp 49.700, Indocement (INTP) turun Rp 650 ke Rp 21.000, dan Semen Indonesia (SMGR) turun Rp 550 ke Rp 12.875.

Perdagangan sesi pertama, IHSG anjlok 40,716 poin (0,75%) ke level 5.406,932. Sementara Indeks LQ45 jatuh 7,662 poin (0,81%) ke level 940,157. Seluruh indeks sektoral di lantai bursa kompak melemah akibat maraknya aksi jual. Saham-saham komoditas yang terkena koreksi paling dalam.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 128.238 kali dengan volume 4,222 miliar lembar saham senilai Rp 3,651 triliun. Sebanyak 69 saham naik, 218 turun, dan 60 saham stagnan. Bursa-bursa regional bergerak mix hingga siang. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Mitra Keluarga (MIKA) naik Rp 1.125 ke Rp 22.325, Metropolitan Kentjana (MKPI) naik Rp 500 ke Rp 14.000, Acset Indonusa (ACST) naik Rp 275 ke Rp 5.475, dan Blue Bird (BIRD) naik Rp 225 ke Rp 10.075. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.650 ke Rp 49.000, Astra Agro (AALI) turun Rp 825 ke Rp 23.725, Samudera Indonesia (SMDR) turun Rp 450 ke Rp 10.050, dan Indofood CBP (ICBP) turun Rp 425 ke Rp 14.275.

Diawal perdagangan, IHSG dibuka melemah sebesar 9,90 poin atau 0,18% menjadi 5.437,74. Sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 bergerak menguat 2,51 poin (0,27%) menjadi 945,30,”Laju penguatan IHSG terhambat seiring dengan masih adanya aksi jual dari pelaku pasar menyusul sinyal inflasi Amerika Serikat yang naik menuju dua persen sehingga membuat khawatir kenaikan suku bunga the Fed," kata Reza Priyambada.

Reza menambahkan bahwa kondisi bursa saham global juga bergerak bervariasi sehingga mempengaruhi psikologis investor dalam melakukan transaksi saham di dalam negeri pada awal sesi Rabu. Namun, dirinya memperkirakan bahwa masih adanya aksi beli secara selektif pada saham-saham lapis dua serta diringi dengan masih kuatnya optimisme pasar terhadap pemerintah yang komitmen menjaga pertumbuhan ekonomi melalui reformasi struktural akan menahan tekanan IHSG BEI lebih dalam.

Head of Research Valbury Asia Securities Alfiansyah menambahkan bahwa membaiknya data ekonomi AS mengingatkan kemungkinan kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve pada pertengahan tahun ini. Alfiansyah mengemukakan bahwa Departemen Tenaga Kerja AS mengumumkan indeks harga konsumen naik 0,2% di bulan Februari. Selain itu, data penjualan rumah baru di AS secara tidak terduga meningkat di bulan Februari seiring dengan kuatnya pasar tenaga kerja AS yang membantu meningkatkan aktivitas industri.

Tercatat bursa regional, di antaranya indeks Hang Seng dibuka menguat 51,97 poin (0,21%) ke 24.451,57, indeks Bursa Nikkei turun 38,85 poin (0,20%) ke 19.674,60, dan Straits Times menguat 0,03 poin (0,02%) ke posisi 3.412,35. (bani)

Related posts