Champion Pacific Bidik Laba Rp 65,76 Miliar

NERACA

Jakarta - Perusahaan kemasan PT Champion Pacific Indonesia Tbk (IGAR) membidik laba bersih tahun ini sebesar Rp65,76 miliar atau tumbuh 20% dari tahun lalu sebesar Rp54,8 miliar. Presiden Direktur IGAR Antonius Muhartoyo dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin menjelaskan, target tersebut didorong proyeksi naiknya pasar farmasi sebesar 8,5% di tahun ini lantaran perseroan mayoritas memproduksi kemasan farmasi.

Dia menuturkan, pertumbuhan pasar farmasi 8,5%,”Lalu tingkatkan efisiensi dari mesin baru, dan menambah pangsa pasar farmasi dan nonfarmasi. Laba bersih tahun ini targetkan naik 15%-20%, karena saya berharap dollar AS stabil," ujarnya.

Dia menjelaskan, selain masih fokus pada kemasan farmasi, emiten produsen kemasan farmasi itu berpeluang untuk meningkatkan produk kemasan makanan,”Masih ada peluang untuk mengisi ruang itu yakni kemasan makanan. Kita fokus ke farmasi, kalau turun akan tambah di makanan. Tahun lalu komposisi farmasi dan makanan 75:25," jelas Antonius.

Menurut dia, komposisi produksi kemasan produk farmasi dan makanan pada tahun ini akan tetap sama dengan tahun lalu. Disingung rencana pembangunan pabrik baru, dia mengaku, belum akan melakukannya di tahun ini. Adapun pabrik perseroan saat ini berlokasi di Ciputat dan Bekasi.

Tahun ini, kata Antonius, perseroan menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp30 miliar. Dana tersebut akan digunakan perusahaan untuk membeli dua alat mesin baru. Menurutnya, pengadaan mesin baru agar dapat mendorong kinerja perusahaan, terutama terkait efisiensi. Pasalnya, mesin yang sudah lama dari sisi kecepatan sudah menurun,”Untuk satu atau dua mesin saja. Mesin printing, kita tempatkan di dua pabrik Bekasi dan Tangerang. Sumber dana dari laba yang ditahan sebesar Rp30 miliar," ujarnya.

Antonius menceritakan bahwa saat ini harga obat sudah terlampau murah terutama generik. Dengan kondisi demikian perusahaan harus menekan biaya produksi melalui mesin baru. Hal ini membuat pihaknya tidak membagikan dividen dari laba bersih tahun lalu,”Pada 2014 kita tidak bagi dividen karena tadi ada pertanyaan bagaimana untuk 2015. Kita akan langsung ke belanja modal Rp30 miliar. Nantinya tingkatkan efisiensi dengan membeli mesin yang lebih modern karena semua ada BPJS untuk obat semua generic.

Sementara, dari pengadaan mesin baru ini, pihaknya dapat melakukan efisiensi sebesar 10%-15%. Komponen biaya produksi raw material adalah yang paling mahal,”Beli mesin baru terutama untuk obat generik ini. Kita mau invest mesin lebih canggih, tidak ada dividen. Naikin harga harus, tapi kita tahu industri farmasi belum terlalu baik. Ada patokan Harga Eceran Tertinggi (HET). Efisiensi saja makanya harus cari mesin baru," pungkasnya.

Sekadar informasi, PT Champion Pacific Indonesia dan anak perusahaan pada tahun lalu membukukan pertumbuhan laba bersih sebesar 56,7% menjadi Rp54,8 miliar dari 2013 senilai Rp35 miliar. Naiknya laba tersebut didukung bertambahnya penjualan bersih menjadi Rp737 miliar dari tahun sebelumnya Rp643 miliar. (bani)

BERITA TERKAIT

WIKA Suntik Modal Wika Serang Panimbang - Raih Pinjaman Rp 894 Miliar

NERACA Jakrta - PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) memperoleh fasilitas pinjaman dari dua PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dan PT…

Pengusaha Didakwa Suap Dirjen Hubla Rp2,3 Miliar

Pengusaha Didakwa Suap Dirjen Hubla Rp2,3 Miliar NERACA Jakarta - Komisaris PT Adhiguna Keruktama Adi Putra Kurniawan didakwa menyuap Direktur…

HOME Siapkan Rp 28 Miliar Untuk Renovasi - Genjot Okupansi

NERACA Jakarta – Guna memuluskan ekspansi bisnisnya di tahun depan, PT Hotel Mandarine Regency Tbk (HOME) menganggarkan belanja modal sebesar…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Kantungi Sertifikasi ISO 27001 - XL Tingkatkan Keamanan Data Pelanggan

NERACA Jakarta - PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) berhasil meraih sertifikasi ISO 27001 sebagai standar baku penerapan Information Security…

Investor Saham di Babel Tumbuh Signifikan

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Kantor Perwakilan Pangkalpinang mencatat, jumlah investor pasar modal di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mengalami…

Renuka Targetkan Ekspor Tambang di 2018

Keyakinan membaiknya harga batu bara di tahun depan, menjadi harapan PT Renuka Coalindo Tbk (SQMI) bila pasar batu bara kembali meningkat.…