Laba Bersih Sritex Capai US$ 44,76 Juta

NERACA

Jakarta - Perusahaan tekstil terintegrasi, PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) membukukan laba bersih sebesar US$ 44,76 juta di akhir 2014, atau naik 51,24% dari posisi sebesar US$ 29,59 juta di 2013. Sementara laba per saham dasar perseroan menjadi US$ 0,0024 di 2014, dari posisi sebesar US$ 0,0016 di 2013. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Selain itu, laba operasi perseroan menjadi US$ 94,36 juta di 2014, atau naik dari posisi sebesar US$ 63,84 juta di 2013. Laba sebelum pajak perseroan menjadi US$ 65,95 juta di tahun lalu, atau naik dari posisi sebesar US$ 44,24 juta di 2013. Sementara laba bruto perseroan menjadi US$ 122,41 juta di akhir 2014, atau naik dari posisi sebesar US$ 97,35 juta di 2013.

Penjualan usaha perseroan menjadi US$ 554,62 juta di tahun lalu, atau naik dari posisi sebesar US$ 450,68 juta di 2013. Beban pokok perseroan meningkat ke posisi US$ 432,20 juta di akhir 2014, dari posisi sebesar US$ 353,32 juta di 2013. Adapun total aset perseroan sepanjang tahun lalu menjadi US$ 698,86 juta, atau naik dari posisi aset sebesar US$ 458,69 juta di 2013.

Sebelumnya, kinerja perseroan dalam mata uang dollar Amerika Serikat juga ikut terkerek naik. Hal ini diakibatnya menguatnya nilai tukar dollar AS terhadap rupiah. Direktur Keuangan Sritex, Allan Moran Severino pernah bilang, pendapatan Sritex dalam mata uang dollar Amerika Serikat adalah sekitar 70% dari total pendapatan,”Tidak hanya pendapatan yang tumbuh positif, liabilitas perseroan yang juga mayoritas dalam mata uang Amerika Serikat juga meningkat dari kuartal pertama sampai kuartal ke--‐empat tahun 2014,”katanya.

Kemudian asset perseroan sebagian besar dalam mata uang Amerika Serikat juga ikut tumbuh. Pasalnya, sebagai eksportir, Sritex mendapat keuntungan dari pelemahan rupiah yang terjadi pada akhir akhir ini walaupun pencatatan sudah dalam mata uang Amerika Serikat. Kemudian, lanjut Allan, dengan adanya dukungan pemerintah terkait insentif pajak untuk eksportir yang minimal ekspornya 30% akan sangat mendukung kinerja SRIL.

Saat ini eskpor SRIL telah menjangkau lebih dari 100 negara termasuk ekspor pakaian militer ke 30 negara didunia. Di tahun 2015, perseroan memenangi tender untuk pakaian militer dari Jerman dan Malaysia dan juga beberapa negara lainnya. Menurut Allan, jika insentif tersebut diberlakukan maka SRIL akan mendapatkan kenaikan dalam laba bersih. Melihat kinerja SRIL yang terus bertumbuh secara berkelanjutan, maka Pefindo dalam research reportnya menargetkan harga SRIL Rp 280 per lembar saham.

Tercatat total volume ekspor seragam militer dari Sritex sepanjang 2014 mencapai lebih dari delapan juta potong atau separuh dari total produksi. Pemasukan pajak negara dari PT Sritex 2014 mencapai Rp250 miliar, di mana separuh dari pajak tersebut berasal dari penghasilan penjualan produk militer,”PT Sritex akan memperluas pasar dengan merambah beberapa negara lagi serta meningkatkan volume ekspor untuk negara-negara yang sudah menjadi pelanggannya. Kami akan tetap memelihara pasar tradisional, meningkatkan volume dan kualitas, sambil menjajaki pasar baru," kata Presiden Direktur PT Sritex, Iwan S. Lukminto. (bani)

Related posts