Jabatan Ex-Officio Masuk RUU BI Disambut Baik

NERACA

Jakarta - Deputi Gubernur Bank Indonesia, Halim Alamsyah, menyambut baik rencana Komisi XI DPR yang akan memasukkan klausul mengenai jabatan ex-officio salah satu Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan ke Bank Indonesia. Dia meyakini keberadaan ex-officio tersebut semata-mata agar komunikasi di antara dua lembaga berjalan lancar.

“Menurut saya bagus karena akan ada komunikasi yang baik. Ini hanya masalah koordinasi,” ujar Halim di Jakarta, Selasa (24/3).Namun sayang, dirinya tidak bisa memberikan usulan apakah jabatan ex-officio Anggota Dewan Komisioner OJK yang nantinya duduk di BI adalah orang yang sama dengan ex-officio Deputi Gubernur BI yang duduk di Dewan Komisioner OJK.

Halim pun menyerahkan hal ini kepada Komisi XI DPR selaku pembuat UU. “Kalau itu keputusan politik,” jelasnya.Anggota Komisi XI DPR, Muhammad Misbakhun mengatakan, pihaknya berencana akan memasukkan jabatan ex-officio dari OJK ke BI dalam RUU tentang Perubahan Kedua atas UU No. 23 / 1999 tentangBank Indonesia. "Keberadaan ex-officio di kedua lembaga ini tentu dapat menghidupkan suasana pertukaran informasi secara komprehensif dan menyeluruh. Dan juga mengesampingkan ego kelembagaan," tandasnya.[ardi]

Related posts