RUPST BTN Ketuk Palu Pergantian Manajemen - Upaya Tingkatkan Kinerja

NERACA

Jakarta - Hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk menyetujui perubahan susunan komisaris dan direksi perseroan di mana tujuannya memperkuat struktur manajemen perseroan dalam menghadapi ketatnya persaingan serta ketidakpastian ekonomi global.

“Kami berharap bahwa inilah yang terbaik yang diberikan oleh pemegang saham bagi Bank BTN. Dan kami optimis dengan bergabungnya para profesional ini akan dapat membawa kinerja Bank BTN menjadi lebih baik,” kata Maryono, Direktur Utama BTN, di Jakarta, Selasa (24/3).

Berikut susunan direksi hasil keputusan RUPST. Jabatan direktur utama masih diisi Maryono dan para direktur seperti Mansyur S. Nasution, Iman Nugroho Soeko, Irman Alvian Zahiruddin, Adi Setianto, Sis Apik Wijayanto, Sulis Usdoko dan Oni Febriarto.

Adapun komisaris yaitu komisaris utama dijabat Sukardi Rinakit, komisaris independen diisi oleh Amanah Abdul Kadir, Kamaruddin Sjam, Catherinawati Hadiman dan Arie Coerniadi. Sementara posisi komisaris Agung Kuswandono dan Lucky Fathul Aziz.

Maryono juga menjelaskan, pergantian manajemen ini diharapkan dapat meningkat kinerja BTN pada 2015. Tahun lalu, perseroan berhasil membukukan peningkatan penyaluran kredit mencapai Rp116 triliun, tumbuh 15,38% dari Rp100,46 triliun pada 2013. Sejalan dengan pertumbuhan kredit, dana pihak ketiga (DPK) juga meningkat mencapai Rp106,5 triliun pada 2014, tumbuh 10,67% dari periode sebelumnya Rp 96,21 triliun.

Laba bersih BTN tahun lalu mencapai Rp1,1 triliun. Dengan demikian, total aset perseroan tumbuh sebesar 10,22% menjadi Rp144,57 triliun pada akhir 2014, dibanding periode sebelumnya sebesar Rp131,70 triliun. BTN telah naik peringkat pada urutan ke sembilan bank terbesar di Indonesia berdasarkan besaran aset.

“Manajemen berkomitmen akan terus meningkatkan kinerja yang tentunya akan tercermin pada harga saham perseroan. Hal itu sebagai wujud tanggung jawab kami terhadapshareholderdanstakeholder Bank BTN,” tegas Maryono.

Melalui sejumlah program yang sudah dilakukan perseroan, Maryono optimis pertumbuhan bisnis perseroan tahun ini akan jauh lebih baik. Pertumbuhan kredit BTN diproyeksi akan mampu mencapai 18% - 19%, atau berada di atas pertumbuhan kredit industri yang diproyeksi Otoritas Jasa Keuangan mencapai 15%.

Peningkatan penyaluran kredit tersebut, kata Maryono, diantaranya berasal dari komitmen perseroan dalam mendukung program sejuta rumah yang dicanangkan pemerintah. Terhitung sejak 1 Maret 2015, BTN telah meluncurkan program khusus KPR dengan uang muka 1%. Program ini diharapkan dapat membantu masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang terkendala dalam menyiapkan uang muka (DP) untuk pembelian rumah melalui fasilitas kredit perbankan. [kam]

Related posts