Lagi, Pergerakan IHSG Masih Tren Menguat

NERACA

Jakarta – Seharian laju indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) berada di zona hijau dengan tren menguat di tengah hambatan aksi jual investor asing,”Laju IHSG sempat mengalami pelemahan meski pelaku pasar asing cenderung melakukan aksi jual. Mayoritas bursa saham di kawasan Asia yang menguat menjadi salah satu faktor penopang bursa saham domestik," kata analis Riset PT NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada di Jakarta, Selasa (24/3).

Menurutnya, adanya apresiasi positif dari Bank Dunia dan lembaga dana moneter internasional (IMF) pada kebijakan reformasi struktural direspon positif oleh investor saham. Sementara analis HD Capital Yuganur Wijanarko menambahkan, meski sebagian saham-saham di dalam negeri sempat terkena aksi jual namun faktor fundamental industri pasar modal Indonesia yang masih baik menahan IHSG BEI bergerak ke area negatif,”Aksi jual pelaku pasar tidak dapat membuat IHSG terkoreksi karena aksi beli masih mendominasi pasar, sehingga potensi IHSG mendatang menembus level 5.475 poin cukup terbuka," ujarnya.

Berikutnya, indeks BEI masih tetap bergerak di zona hijau seiring dengan optimisme pelaku pasar. Pada perdagangan Selasa kemarin, ivestor asing melepas saham dengan nilai yang cukup tinggi lebih dari setengah triliun rupiah. Saham-saham unggulan masih jadi incaran aksi beli.

Transaksi investor asing hingga sore terpantau melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 953,341 miliar di seluruh pasar. Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 224.153 kali dengan volume 5,636 miliar lembar saham senilai Rp 8,007 triliun. Sebanyak 118 saham naik, 175 turun, dan 97 saham stagnan.

Nilai dan volume transaksi perdagangan sedikit melonjak berkat transaksi tutup sendiri (crossing) saham PT Trikomsel Oke Tbk (TRIO) senilai Rp 863 miliar di pasar negosiasi. Transaksi ini difasilitasi broker JP Morgan Securities (BK). Bursa-bursa di Asia berakhir mixed sore kemarin. Sentimen negatif datang dari Wall Street yang melemah.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Delta Jakarta (DLTA) naik Rp 5.000 ke Rp 273.000, Mitra Keluarga (MIKA) naik Rp 4.200 ke Rp 21.200, Bank of India (BSWD) naik Rp 690 ke Rp 3.890, dan Metropolitan Kentjana (MKPI) naik Rp 500 ke Rp 13.500. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.575 ke Rp 50.650, Indo Kordsa (BRAM) turun Rp 800 ke Rp 3.900, Mayora (MYOR) turun Rp 200 ke Rp 28.800, dan Buana Finance (BBLD) turun Rp 180 ke Rp 745.

Perdagangan sesi pertama, IHSG ditutup naik 11,561 poin (0,21%) ke level 5.448,659. Sementara Indeks LQ45 menguat 2,380 poin (0,25%) ke level 949,375. Perdagangan berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 114.732 kali dengan volume 3,354 miliar lembar saham senilai Rp 4,403 triliun. Sebanyak 136 saham naik, 136 turun, dan 83 saham stagnan. Bursa-bursa regional rata-rata bergerak negatif hingga siang. Hanya pasar saham Singapura yang bisa melenggang di zona hijau bersama BEI.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Mitra Keluarga (MIKA) naik Rp 4.625 ke Rp 21.625, Bank of India (BSWD) naik Rp 800 ke Rp 4.000, Unilever (UNVR) naik Rp 325 ke Rp 38.950, dan Tower Bersama (TOWR) naik Rp 225 ke Rp 9.375. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 850 ke Rp 51.375, Bank Mega (MEGA) turun Rp 300 ke Rp 2.200, Sarana Menara (TOWR) turun Rp 190 ke Rp 3.810, dan Mayora (MYOR) turun Rp 150 ke Rp 28.850.

Diawal perdagangan, IHSG dibuka naik 3,48 poin atau 0,06% menjadi 5.440,58, sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 bergerak menguat 0,88 poin (0,09%) menjadi 947,88. Kata analis Samuel Sekuritas Akhmad Nurcahyadi, pelaku pasar kembali melakukan aksi beli setelah tertekan pada perdagangan awal pekan kemarin (23/4) sehingga mendorong indeks BEI bergerak di area positif,”Akumulasi beli terhadap beberapa saham dan kembali menguatnya nilai tukar rupiah menjadi salah satu sentimen positif bagi IHSG,”ujarnya.

Sementara itu, Head of Research Valbury Asia Securities Alfiansyah mengatakan bahwa Bank Dunia yang memberikan apresiasi pada kebijakan reformasi subsidi bahan bakar minyak (BBM) yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia menjadi salah satu sentimen positif bagi pasar modal.

Selain dari Bank Dunia, lanjut dia, lembaga keuangan internasional lainnya yang juga mengomentari hal positif bagi Indonesia yakni lembaga dana moneter internasional (IMF), kebijakan ekonomi yang diambil oleh pemerintah Indonesia dan fleksibilitas nilai tukar selama 18 bulan terakhir ini, dianggap sebagai pendukung yang memperkuat fundamental ekonomi makro dan sebagai bantalan dari guncangan,”Pandangan positif dua lembanga keuangan internasional menjadi sinyalemen positif bagi IHSG," katanya.

Tercatat bursa regional, di antaranya indeks Hang Seng dibuka menguat 119,27 poin (0,49%) ke 24.494,51, indeks Bursa Nikkei naik 194,14 poin (0,99%) ke 19.754,36, dan Straits Times menguat 3,03 poin (0,09%) ke posisi 3.415,47. (bani)

Related posts