Menperin Dukung Peran Kampus Kembangkan IKM - Industri Kecil dan Menengah

NERACA

Jakarta – Menteri Perindustrian (Menperin) Saleh Husin mengapresiasi inisiatif kalangan perguruan tinggi turut mengembangkan industri kecil dan menengah (IKM). Hal itu diungkapkan Menperin saat menerima Rektor Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka (UHAMKA), Prof. Dr. Suyatno, dan Pembantu Rektor Bidang Akademik Dr Gunawan Suryoputero di Kementerian Perindustrian, Jakarta, Selasa (24/3).

Kepada Menperin, keduanya memaparkan rencana kerja perguruan tinggi di lingkungan Muhammadiyah untuk membangun kerjasama memajukan industri dengan Kemenperin. Selain sebagai rektor dan purek, keduanya merupakan pimpinan Majelis Pendidikan Tinggi PP Muhammadiyah. Di seluruh Indonesia, jumlah perguruan tinggi Muhammadiyah sebanyak 172 buah.

Menperin menilai inisiatif Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) tersebut tak lepas dari keberadaan lembaga pendidikan ini yang memang berakar dari masyarakat Indonesia. "Saya yakin banyak riset dan teknologi terapan yang bermanfaat untuk industri kecil menengah," kata Menteri Saleh Husin.

Selama ini, Menperin menilai perguruan tinggi berperan penting dalam menciptakan inovasi-inovasi baru dalam memajukan wirausaha. "Pengajar hingga mahasiswa tumbuh dalam lingkungan inovatif. Saya yakin banyak karya yang bisa diterapkan dalam memajukan IKM," papar Saleh.

Untuk itu, lanjutnya, Direktorat Jenderal Industri Kecil Menengah Kemenperin akan menindaklanjuti pertemuan tersebut. "Ada beberapa program yang dapat dilakukan dengan kerja sama. Misalnya dalam peningkatan kompetensi SDM, pemutakhiran teknologi, standardisasi, HAKI, dan promosi," ujar Dirjen IKM, Euis Saedah pada kesempatan yang sama.

Ke depan, wacana kerja sama PTM dengan Kemenperin akan ditindaklanjuti dengan diskusi-diskusi yang lebih mendalam. Rencananya, Menperin dan Dirjen IKM juga akan hadir dalam Rapat Koordinasi Perguruan Tinggi Muhammadiyah se-Indonesia, pada 17-18 April 2015 di Mataram, NTB.

Saat ini, Kemenperin menggencarkan pembangunan dan pengembangan industri kecil dan menengah (IKM). Pasalnya, peningkatan IKM akan berefek positif dalam kegiatan perekonomian bangsa. Euis, mengatakan, pihaknya memiliki sejumlah program utama untuk mengembangkan IKM. Program pertama, memfasilitasi pengembangan produk IKM. Bentuknya, melakukan pembinaan terhadap IKM dalam mendesain, mengembangkan, dan meluncurkan sebuah produk yang berdaya saing di pasar dalam dan luar negeri melalui sejumlah pemberian fasilitas baik terhadap SDM IKM maupun produk yang dihasilkan. ''Agar kualitas SDM meningkat,'' kata dia.

Kedua, kata Euis, memfasilitasi peningkatan kemampuan sentra. Artinya, akan dilakukan penguatan melalui pengembangan kemampuan SDM, pengembangan teknologi, perluasan informasi, dan pengembangan pasar sentra.

Ketiga, lanjut dia, memfasilitasi pembangunan wirausaha industri. Pengembangan kewirausahaan dimaksudkan untuk menumbuhkan dan mengembangkan wirausaha-wirausaha IKM baru dalam mengisi ketidakseimbangan antara Jawa dan luar Jawa serta memperkuat kemampuan wirausaha IKM agar menjadi wirausaha yang mandiri dan profesional.

Keempat, memfasilitasi bantuan mesin dan peralatan IKM. Isinya, restrukturisasi mesin peralatan IKM dan penggantian dan atau penambahan mesin atau peralatan yang lebih maju, efisien, dan produktif untuk menghasilkan produk bermutu.

Kelima, meningkatkan kemampuan unit pelayanan teknis (UPT) IKM. UPT IKM adalah unit kerja yang dikelola secara profesional dengan prinsip nirlaba yang mempunyai tugas dan fungsi memberikan pelayanan kepada perusahaan atau pelaku IKM untuk pembinaan dan pengembangan IKM, termasuk pencetakan pelaku usaha atau wirausaha baru. Keenam, memfasilitasi bantuan informasi pasar, pendampingan, promosi, dan pameran IKM.

Related posts