Pabrik Baru Mitsubishi Akan Beroperasi 2017 - Industri Otomotif

NERACA

Jakarta - Menteri Perindustrian Saleh Husin menegaskan bahwa industri kendaraan bermotor dalam negeri semakin berkembang dan terus mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan. Dengan capaian tersebut, diharapkan para pabrikan otomotif terus melakukan pendalaman struktur melalui penguatan industri komponen lokal serta meningkatkan ekspor dengan cara memproduksi kendaraan global.

“Pertumbuhan pasar dalam negeri yang terus meningkat, seyogyanya menjadi pendorong bagi pelaku usaha otomotif untuk terus mengembangkan industri komponen guna memperdalam struktur industri otomotif nasional,” tegas Menperin, Selasa (24/3).

Pada kesempatan tersebut, Menperin memberikan apresiasi kepada PT. Krama Yudha, Mitsubishi Corporation - Japan, Mitsubishi Motors Corporation - Japan serta seluruh mitra usahanya atas kepercayaan serta komitmennya untuk terus berinvestasi di Indonesia dan menjadikan Indonesia sebagai basis produksi beberapa model kendaraan merek Mitsubishi serta komponennya di ASEAN bahkan di dunia saat ini.

Pabrik baru PT. Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia yang direncanakan beroperasi pada awal tahun 2017 ini akan memproduksi kendaraan angkutan penumpang. Pabrik yang dibangun di atas lahan seluas 51 Ha dengan kapasitas sebesar 160.000 unit/tahun ini memiliki nilai investasi sebesar Rp. 6 triliun dan akan menciptakan lapangan kerja baru sebanyak 3.000 orang.

“Pembangunan pabrik baru ini akan memberikan dampak ekonomi yang cukup signifikan bagi bangsa Indonesia dalam bentuk penyediaan lapangan kerja maupun penerimaan pajak untuk menunjang pembangunan nasional,” harap Menperin.

Tidak hanya itu, direncanakan sebanyak 25% atau 20.000 unit/tahun akan di ekspor dari total produksi kendaraan angkutan penumpang sebesar 80.000 unit/tahun yang dihasilkan PT. Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia, sehingga dapat meningkatkan penerimaan devisa bagi negara.

“Sudah tentu, langkah yang diambil oleh PT. Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia dalam memproduksi mobil untuk tujuan ekspor ini, sangat sejalan dengan misi Pemerintah Indonesia untuk mendorong ekspor, sekaligus juga akan dapat menurunkan defisit perdagangan akibat masih tingginya nilai impor kendaraan maupun komponen,” tegas Menperin. Oleh karena itu, diharapkan upaya ekspor tersebut dapat terus dilakukan dan ditingkatkan sehingga bisa menjadi model untuk merek-merek lain dalam memproduksi kendaraan untuk pasar global.

“Melalui pembangunan pabrik baru ini, saya juga mengharapkan agar PT. Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia terus meningkatkan penggunaan dan pendayagunaan produk dan jasa enjiniring lokal dalam kegiatan produksinya sehingga pada akhirnya tingkat kandungan lokal kendaraan yang diproduksi semakin besar,” imbau Menperin.

Dapat disampaikan, pertumbuhan industri otomotif tercermin dari angka penjualan maupun produksi yang terus meningkat, dimana penjualan kendaraan bermotor roda empat pada tahun 2014 telah mampu mencapai 1,2 juta unit. Angka penjualan tersebut akan terus meningkat sesuai dengan peningkatan ekonomi Indonesia.

Oleh karena itu, Pemerintah akan terus memprioritaskan pengembangan industri kendaraan bermotor di dalam negeri melalui berbagai upaya strategis agar dapat menarik investasi baru dan mendorong perluasan kapasitas industri yang ada. Selain itu, potensi pasar dalam negeri sebagai basis kekuatan industri harus dioptimalkan sehingga bisa menarik bagi investor untuk terus mengembangkan produk-produk yang dibutuhkan masyarakat dengan harga kompetitif.

Related posts