Centratama Konversi Utang Anak Usaha

PT Centratama Telekomunikasi Indonesia Tbk (CENT) telah menandatangani perjanjian konversi hutang dengan anak perusahaan yang mungkin dapat mempengaruhi nilai efek perseroan atau mempengaruhi keputusan investasi pemodal.

Sekretaris Perusahaan CENT,Wiwik Septriandewi menjelaskan, konvesi hutang dari perseroan ke anak perusahaan yaitu PT Centratama Menara Indonesia dilakukan pada Selasa, 3 Maret 2015. "Berdasarkan perjanjian yang ada, perseroaan akan mengkonversi pinjaman kepada PT Centratama Menara Indonesia dengan jumlah sebesar Rp625,07 miliar," kata dia dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Sebagaimana diketahui, PT Centratama Telekomunikasi Indonesia Tbk (dahulu PT Centrin Online Tbk) (CENT) didirikan 11 Februaru 1987 dengan nama PT Centrindo Utama dan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1971. Saat ini CENT memiliki enam kantor cabang yang berlokasi di Bandung, Jakarta, Surabaya, Denpasar, Medan, Pontianak, dan Yogyakarta.

Pemegang saham yang memiliki lima persen atau lebih saham CENT adalah Clover Universal Enterprise Ltd. (38,05%) dan UBS AG Singapore Non-Treaty Omnibus (13,08%). Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan CENT bergerak di bidang jasa dan investasi, termasuk tetapi tidak terbatas pada jasa penyediaan, penyewaan dan pengelolaan menara telekomunikasi atau Base Transceiver Station (BTS) serta alat, sarana atau instalasi penunjang telekomunikasi, jasa konsultasi dan instalasi telekomunikasi, jasa konsultasi manajemen, bisnis administrasi dan strategi pengembangan.

Sebelum Desember 2013, CENT bergerak di bidang usaha jasa telekomunikasi, multimedia, internet service provider dan portal. Pada 12 Oktober 2001, CENT memperoleh pernyataan efektif dari Menteri Keuangan untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham CENT (IPO) kepada masyarakat sebanyak 100.000.000 dengan nilai nominal Rp100 per saham dengan harga penawaran Rp125 per saham dan disertai 40.000.000 waran seri I. Saham dan waran seri I tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 01 Nopember 2001. (bani)

BERITA TERKAIT

Depok Intensif Jadikan Sampah Usaha Potensi Ekonomis - Darurat Suplay 1200 Ton/Hari Sampah

Depok Intensif Jadikan Sampah Usaha Potensi Ekonomis Darurat Suplay 1200 Ton/Hari Sampah NERACA Depok - Pemerintah Kota Depok makin intensif…

Kasus Kekerasan Anak dan Perempuan di Kota Sukabumi Menurun - Setiap Tahun

Kasus Kekerasan Anak dan Perempuan di Kota Sukabumi Menurun Setiap Tahun NERACA Sukabumi - Kasus kekerasan terhadap anak di Kota…

Perlu Penjadwalan Utang?

Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS belakangan ini ternyata tidak hanya disebabkan oleh persoalan moneter, melainkan juga didominasi oleh…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Rencana Perubahan Lot Saham - APEI: Perlu Ada Kesiapan Anggota Bursa

NERACA Jakarta – Rencana direktur utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Inarno Djajadi bersama tim menurunkan jumlah satu lot jadi…

Pacu Nilai Tambah di Sektor Hilir - MGRO Bangun Pabrik Senilai Rp 330 Miliar

NERACA Jakarta – Mengantungi dana segar dari IPO, PT Mahkota Group Tbk (MGRO) akan berinvetasi sebesar Rp 330 miliar membangun…

Kembangkan Ekspansi Bisnis - NFC Indonesia Buka Peluang Untuk Akuisisi

NERACA Jakarta – Debut perdana di pasar modal, harga saham PT NFC Indonesia Tbk (NFCX) langsung dibuka menguat 49,73% pada…