KUR Lebihi Target Bukan Masalah

Jakarta - Penyaluran kredit usaha rakyat yang mencapai Rp20,639 triliun dari target 2011 sebesar Rp20 triliun bukan masalah melainkan justru sebagai indikator perkembangan usaha mikro kecil dan menengah yang baik, kata seorang pejabat. "KUR yang over-target bukan masalah, itu menunjukkan kebutuhan dan keinginan masyarakat untuk mempergunakan dana KUR sangat tinggi," kata Deputi Bidang Pengembangan dan Restrukturisasi Usaha Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Choirul Djamhari di Jakarta, Sabtu.

Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM, realisasi KUR sampai Agustus 2011 mencapai Rp20,639 triliun. Padahal target penyaluran KUR sampai tutup tahun ini ditetapkan sebesar Rp20 triliun.

Diperkirakan sampai akhir 2011, serapan KUR akan terus meningkat. Itu berarti serapan KUR pada 2011 melampaui realisasi serapan KUR dalam tiga tahun terakhir (2008-2010). "Untuk tahun depan Pak Menteri (Menteri Koperasi dan UKM, Sjarifuddin Hasan) sebelumnya sudah menyatakan akan mengusulkan target KUR mulai ditambah menjadi Rp30 triliun per tahun mulai 2012 dari sebelumnya yang hanya Rp20 triliun," katanya.

Menurut dia, pemerintah telah memikirkan mekanisme untuk menambah jaminan kepada perusahaan penjamin KUR yakni Askrindo dan Jamkrindo yang selama ini mendapatkan dana jaminan Rp2 triliun per tahun dari pemerintah.

Dengan gearing ratio 1:10, dana Rp2 triliun akan menjadi Rp20 triliun untuk disalurkan kepada masyarakat dalam skim KUR oleh perbankan pelaksana KUR. "Pemerintah sudah memikirkan mekanisme untuk itu, masih memungkinkan untuk menyediakan dana jaminan Rp500 miliar sampai Rp1 triliun untuk perusahaan penjamin KUR," katanya.

Selain itu, ia menambahkan, sampai saat ini masih ada sisa anggaran dana jaminan KUR 2010 karena KUR hanya sekitar Rp17,2 triliun.

Pihaknya menyatakan pada 2012 siap mengusulkan penambahan jaminan untuk KUR agar target tahunan KUR bisa ditingkatkan menjadi Rp30 triliun.

Kementerian Koperasi dan UKM mencatat secara kumulatif sejak KUR diluncurkan pada 5 November 2007 hingga 15 September 2011, realiasi penyaluran KUR telah mencapai Rp55,057 triliun yang didistribusikan kepada 5.214.320 debitur di seluruh provinsi.

KUR paling banyak terserap di lima provinsi yakni Jawa timur menyalurkan KUR dengan plafon Rp8,5 triliun (15,6 persen), Jawa Tengah RP8 triliun (14,6 persen), Jawa Barat Rp7,4 triliun (13,5 persen), Sulawesi Selatan Rp3 triliun ((5,6 persen), dan Sumatera Utara Rp2,8 triliun (5,2 persen).

Jawa Timur menyalurkan kepada 906.759 debitur atau 17,4 persen, Jawa Tengah 1.192.196 debitur atau 22,9 persen, Jawa Barat 760.497 debitur atau 14,6 persen, Sulsel 286.515 debitur atau 5,5 persen, dan Sumut 215.369 debitur atau 4,1 persen.

BERITA TERKAIT

Investasi Ilegal di Bali, Bukan Koperasi

Investasi Ilegal di Bali, Bukan Koperasi NERACA Denpasar - Sebanyak 12 lembaga keuangan yang menghimpun dana masyarakat secara ilegal di…

Farad Cryptoken Merambah Pasar Indonesia

  NERACA Jakarta-Sebuah mata uang digital baru (kriptografi) yang dikenal dengan Farad Cryptoken (“FRD”) mulai diperkenalkan ke masyarakat Indonesia melalui…

OJK: Kewenangan Satgas Waspada Iinvestasi Diperkuat

NERACA Bogor-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengharapkan Satuan Tugas (Satgas) Waspada Investasi dapat diperkuat kewenangannya dalam melaksanakan tugas pengawasan, dengan payung…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Bank Sumut Berupaya Tekan NPL

    NERACA   Medan - Manajemen PT Bank Sumut terus berupaya menekan angka kredit bermasalah atau non performing loan…

BRI Institute Siapkan Profesional Muda Bidang Fintech

      NERACA   Depok - Institut Teknologi dan Bisnis BRI (BRI Institute) menyiapkan tenaga profesional muda, yang mempunyai…

Bunga KUR Turun, Penyaluran Harus Tepat Sasaran

  NERACA   Jakarta - Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Fathan Subchi menyatakan bahwa kebijakan penurunan suku bunga Kredit…