BRI Hibahkan Aplikasi SIM Online ke Polri

NERACA

Jakarta - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk secara resmi menyerahkan aplikasi SIM Online kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia. Aplikasi SIM Online merupakan aplikasi yang dikembangkan oleh BRI untuk memudahkan masyarakat yang dalam melakukan pembuatan dan memperpanjang kartu SIM secara real time online dan teintegrasi secara penuh dengan sistem data kependudukan yang dimiliki oleh pemerintah.

Pembuatan aplikasi ini sendiri bekerjasama dengan jajaran Korps Lalu Lintas Polri yang telah dikembangkan sejak Desember 2014. Corporate Secretary PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Budi Satria menuturkan, melalui jaringan kantor yang tersebar, BRI turut serta mendukung Inovasi yang tengah dikembangkan oleh Polri, khususnya dalam membangun Sistem Aplikasi Penerbitan SIM secara online yang terintegrasi dan tersentralisasi.

Selama ini setiap Satpas Polri menggunakan sistem penerbitan SIM yang terdiri dari empat versi, yaitu versi tahun 1992, 2006, 2009, dan 2010. Akibatnya, proses pembuatan SIM tidak terstandarisasi dan data tidak terintegrasi dan tersentralisasi karena menggunakan empat versi yang berbeda. Proses verifikasi dan identitas pemegang SIM pun tidak dapat dilakukan secara online.

Melalui sistem ini, kata Budi, masayarakat akan mendapat kemudahan dalam pelayanan SIM, diantaranya real time online, yaitu pembuatan dan perpanjangan SIM dapat dilakukan di Satpas (Satuan Administrasi Penerbitan SIM) / Gerai SIM / SIM Keliling secara real time online di seluruh Indonesia.

Centralized, yakni data SIM Seluruh Indonesia disimpan secara terpusat dalam server SIM Online yang ditempatkan di Korlantas Polri. Integrated, yaitu data SIM Online terhubung dengan server data e-KTP di Kementerian Dalam Negeri. Terakhir paperless, yakni pengisian formulir registrasi dilakukan secara komputerisasi, sehingga masyarakat tidak perlu melakukan pengisian formulir.

“Kami telah membangun dan mengembangkan aplikasi SIM Online dengan bekerjasama dengan Korlantas Polri untuk mempermudah masyarakat dan pihak-pihak terkait dalam melakukan pembuatan dan perpanjangan SIM serta pengawasan dan monitoring yang dapat dilakukan oleh Polri. SIM Online juga terintegrasi dengan data kependudukan milik Kemendagri sehingga sangat memudahkan pemerintah dalam proses pendataan kependudukan,” tutur Budi, di Jakarta, Senin (23/3).

Dengan adanya inovasi SIM Online tersebut, masyarakat diberikan kemudahan dalam mengajukan penerbitan SIM karena dapat dilakukan di mana saja. Polri juga dapat melakukan monitoring jenis SIM yang diterbitkan, sehingga dapat mengetahui adanya SIM Ganda dan jumlah pelanggaran yang telah dilakukan oleh pemilik SIM.

“Dengan dukungan Bank BRI, masyarakat akan diberikan kemudahan melakukan pembayaran melalui 10.396 unit kerja, 20.792 mesin ATM, dan 131.204 unit EDC BRI di seluruh Indonesia,” pungkas Budi. [ardi]

Related posts