April, Harga BBM Kembali Naik

NERACA

Jakarta - Naiknya harga minyak dunia dalam bebera waktu belakang ini, memberikan sinyal pemerintah bakal menaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dalam negeri. Di proyeksikan pemerintah bakal menaikan harga BBM itu pada April bulan besok.

"Sedang dibahas, tetapi yang jelas, harga rata-rata minyak dunia mengalami kenaikan dan kurs dolar naik sedikit, ada kenaikan. Itu yang jadi bahan pertimbangan utama," kata Pelaksana Tugas Dirjen Migas Kementerian ESDM I Gusti Nyoman Wiratmaja Puja di Jakarta, Senin, (23/3).

Meski tidak secara gamblang mengatakan ada potensi kenaikan harga BBM April mendatang, Wira mengatakan pihaknya tengah melakukan evaluasi rutin. Ia menambahkan, potensi kenaikan kemungkinan tidak akan besar. "Memang ada kenaikan, tapi memang kenaikannya tidak terlalu signifikan" ujarnya.

Menurutnya, sesuai dengan regulasi yang ada, harga BBM bisa dievaluasi satu hingga dua kali dalam sebulan berdasarkan indeks pasar MOPS (Mean of Plat Singapore) dalam satu bulan terakhir dan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. "Sedang dibahas semua, apakah naik apakah tidak, tentu pimpinan punya kebijaksanaan. Tentu juga dengan melihat kondisi perekonomian negara," ucapnya.

Dirinya juga pernah menuturkan kemungkinan harga solar akan mengalami kenaikan Rp100-Rp200 per liter mulai April mendatang akibat harga perolehan minyak yang terpengaruh pelemahan nilai tukar rupiah. "Seminggu ini harga relatif stabil, sedikit naik, turun sedikit, kemudian balik lagi. Tapi dolarnya yang menguat, itu yang harus kami kalkulasi lagi. Revisinya akan dilakukan akhir bulan ini," terangnya.

Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang terjadi belakangan ini, menurut dia, adalah faktor yang paling berperan dalam penentuan harga bahan bakar minyak ke depan. Pasalnya, harga minyak dunia sepanjang Maret tidak menunjukkan lonjakan. "Naiknya kira-kira tidak banyak, sekitar Rp100-Rp200 mulai 1 April," jelasnya.

Seperti diketahui, pada 1 Maret 2015 kemarin, harga Premium serta produk bahan bakar minyak yang disubsidi pemerintah mengalami kenaikan per. Untuk Premium di luar wilayah Jawa, Madura, dan Bali, harganya ditetapkan naik Rp 100 menjadi Rp 6.800 per liter.

Menurut juru bicara PT Pertamina (Persero), Ali Mundakir, harga Premium untuk penugasan turut mengalami perubahan menyusul penetapan pemerintah tersebut. Mulai hari ini, harga Premium penugasan, yakni di wilayah Jawa, Madura, dan Bali, naik Rp 200 menjadi Rp 6.900 per liter.

"Terkait dengan kebijakan harga BBM dari pemerintah, maka PT Pertamina (Persero) menetapkan harga baru BBM jenis umum gasolin RON 88—dengan merek dagang Premium yang didistribusikan di Jawa, Madura, dan Bali, harga semula Rp 6.700 per liter menjadi Rp 6.900 per liter," katanya.

Sedangkan menurut Juru bicara Kementerian Energi, Saleh Abdurrahman, mengatakan kenaikan tersebut bertujuan menjaga kestabilan ekonomi pengelolaan harga dan logistik. "Harga minyak dunia masih mengalami fluktuasi dan ketidakstabilan harga terkait dengan pertentangan pelaku pasar minyak dalam menyikapi konflik di Libya, dan masih tingginya produksishale oildi Amerika," katanya, Sabtu, 28 Februari.

Pemerintah juga menetapkan harga minyak tanah Rp 2.500 dan solar Rp 6.400 per liter. Menurut Saleh, kenaikan MOPS (Mid Oil Platts Singapore, harga acuan Singapura) sepanjang Februari sebenarnya cukup signifikan. Namun pemerintah tidak menaikkan harga solar, melainkan hanya menaikkan harga jual eceran bensin Premium di luar Jawa, Madura, dan Bali Rp 200 per liter untuk menjaga stabilitas ekonomi dan mempertimbangkan selisih harga sepanjang Februari.

Rata-rata harga indeks pasar minyak solar (MOPS Gasoil), menurut Saleh, sepanjang Februari mengalami kenaikan pada kisaran US$ 62-74 per barel, sementara MOPS Premium mengalami kenaikan pada kisaran US$ 55-70 per barel. [agus]

Related posts