Terkoreksi, Laju IHSG Tidak Ciut Untuk Rally

NERACA

Jakarta – Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) Senin awal pekan, indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup melemah tipis 5,967 poin (0,11%) ke level 5.437,098. Sementara Indeks LQ45 naik tipis 0,137 poin (0,01%) ke level 946,995,”Minimnya sentimen baik positif maupun negatif membuat laju IHSG tertahan sehingga masuk berada dalam area negatif namun dengan kecenderungan pelemahan terbatas," kata Analis Asjaya Indosurya Securities, William Suryawijaya di Jakarta, Senin (23/3).

Kendati demikian, menurut William, potensi IHSG BEI untuk kembali berada di area positif masih cukup terbuka menyusul beberapa saham berkapitalisasi besar yang terlihat dalam indeks LQ45 bergerak positif. Dia menambahkan bahwa terapresiasinya mata uang rupiah terhadap dolar AS pada awal pekan ini (Senin, 23/7) juga dapat menjadi indikator positif bagi laju indeks BEI ke depannya.

Menurutnya, terkoreksinya dolar AS di dalam negeri akan menjadi salah satu faktor penunjang 'rally' naik IHSG, dalam jangka pendek ini indeks BEI masih berada dalam jalur 'uptrend. Berikutnya, indeks BEI Selasa diperkirakan masih berupaya balik arah ke zona hijau.

Dana asing kembali mengalir ke luar lantai bursa. Transaksi investor asing hingga sore tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 400 miliar di seluruh pasar. Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 219.078 kali dengan volume 7,736 miliar lembar saham senilai Rp 5,636 triliun. Sebanyak 111 saham naik, 164 turun, dan 98 saham stagnan.

Bursa-bursa di Asia menutup perdagangan awal pekan dengan kompak menguat. Hanya Bursa Efek Indonesia (BEI) yang melemah sendirian di regional. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Bank of India (BSWD) naik Rp 635 ke Rp 3.200, Mayora (MYOR) naik Rp 600 ke Rp 29.000, Tigaraksa (TGKA) naik Rp 400 ke Rp 2.900, dan Bina Dana (ABDA) naik Rp 325 ke Rp 6.725.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Astra Agro (AALI) turun Rp 1.025 ke Rp 24.725, Metropolitan Kenjtana (MKPI) turun Rp 1.000 ke Rp 13.000, Matahari Department Store (LPPF) turun Rp 375 ke Rp 17.925, dan Indofood CBP (ICBP) turun Rp 300 ke Rp 14.800.

Perdagangan sesi pertama, IHSG ditutup naik tipis 4,13 poin (0,08%) ke level 5.447,195. Sementara Indeks LQ45 menguat tipis 1,745 poin (0,18%) ke level 948,603. Investor asing melepas saham-saham di sektor agrikultur. Sedangkan investor domestik berburu saham-saham lapis dua, seperti di sektor manufaktur.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 131.696 kali dengan volume 5,133 miliar lembar saham senilai Rp 3,306 triliun. Sebanyak 104 saham naik, 136 turun, dan 99 saham stagnan. Bursa-bursa regional kompak bergerak menguat hingga siang. Penguatan tertinggi diraih oleh pasar saham China yang melonjak hingga lebih dari 1%.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Mayora (MYOR) naik Rp 750 ke Rp 29.150, Bank of India (BSWD) naik Rp 635 ke Rp 3.200, Unilever (UNVR) naik Rp 375 ke Rp 38.675, dan Bina Dana (ABDA) naik Rp 325 ke Rp 6.725. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Metropolitan Kenjtana (MKPI) turun Rp 1.000 ke Rp 13.000, Astra Agro (AALI) turun Rp 950 ke Rp 24.800, United Tractor (UNTR) turun Rp 325 ke Rp 21.075, dan Indofood CBP (ICBP) turun Rp 300 ke Rp 14.800.

Diawal perdagangan, IHSG dibuka menguat 12,81 poin atau 0,20% menjadi 5.455,88. Sementara kelompok 45 saham unggulan (indeks LQ45) naik 3,24 poin (0,34%) ke level 950,09,”Faktor dalam negeri memberikan dukungan bagi IHSG melaju ke area positif menyusul pernyataan lembaga Rating and Investment Information, Inc. (R&I) yang telah mengafirmasi 'Sovereign Credit Rating' Republik Indonesia pada BBB- (trible B minus) dengan stabil," kata Head of Research Valbury Asia Securities, Alfiansyah.

Dia mengatakan bahwa peringkat itu seiring dengan pengakuan dunia internasional terhadap komitmen Indonesia dalam mendorong kapasitas ekonomi menuju pertumbuhan yang lebih tinggi dan berimbang, melalui sejumlah reformasi struktural dengan tetap mempertahankan stabilitas makroekonomi.

Menurutnya, faktor kunci pendukung peringkat itu diantaranya kapasitas fiskal yang meningkat, seiring reformasi subsidi bahan bakar minyak (BBM) yang diimbangi dengan komitmen kebijakan moneter untuk menjaga stabilitas makroekonomi. Lalu, peningkatan cadangan devisa dan kinerja neraca pembayaran,”Diharapkan pengakuan dari lembaga internasional itu dapat memberikan kepercayaan bagi investor terutama asing untuk mengalirkan dananya kedalam negeri, tentunya ini akan berimflikasi positif bagi pasar modal Indonesia," katanya.

Sentimen lainnya, Alfiansyah menambahkan bahwa pelaku pasar akan menyikapi publikasi laporan keuangan emiten tahun 2014 berkenaan dengan laporan laba, itu juga menjadi salah satu katalis bagi IHSG berada di area positif. Tercatat bursa regional, di antaranya indeks Hang Seng dibuka menguat 113,86 poin (0,47%) ke 24.489,10, indeks Bursa Nikkei naik 210,39 poin (1,08%) ke 19.770,61, dan Straits Times menguat 11,23 poin (0,33%) ke posisi 3.423,54. (bani)

Related posts