Kadin Targetkan Bangun 30 PLTB Hingga 5 Tahun - Energi Listrik

NERACA

Jakarta - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Wilayah Indonesia Timur menargetkan membangun 30 Pembangkit Listrik Tenaga Biomass (PLTB) hingga lima tahun ke depan. “Pada tahun ini, lima PLTB akan mulai dibangun dengan perkiraan investasi sebesar US$ 250 juta. Pembangunan PLTB dengan kapasitas 10 megawatt (MW) tiap satu PLTB akan dibangun di lima titik di wilayah Sulawesi seperti Morowali, Sulawesi Tengah, Buton dan Kolaka, Sulawesi Tenggara, Mamuju Tengah dan Polewali Mandar, Sulawesi Barat,” kata Wakil Ketua Umum Bidang Koordinator Wilayah Timur, Annar Salahuddin Sampetoding di Jakarta, Senin (23/3).

Hingga saat ini, menurut Annar, pembangunan PLTB telah dimulai dan tengah memasuki tahap pencanangan lahan. “Untuk membangun satu PLTB membutuhkan lahan seluas 3.000 meter hingga 4.000 meter persegi. Pembangunan PLTB akan menggunakan skema penanaman modal dan kami akan menggandeng pihak swasta dari Tiongkok dan Jerman,” paparnya.

Pembangunan PLTB, lanjut Annar, sepenuhnya merupakan peran swasta tanpa ada penyertaan modal dari pemerintah setempat. “Tahun ini kami menargetkan pembangunan lima PLTB, namun kami memasang target untuk membangun 30 PLTB dalam lima tahun mendatang di wilayah Indonesia Timur,” ujarnya.

Annar menambahkan, kehadiran PLTB nantinya mampu mengatasi keterbatasan energi di wilayah Indonesia Timur. Tujuannya, mendatangkan investor untuk berinvestasi di wilayah Indonesia Timur. “Selama ini, keterbatasan energi dan infrastruktur membuat investor kurang melirik wilayah Indonesia Timur,” tandasnya.

Disisi lain, Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTB) yang dilakukan di Kabupaten Asahan diharapkan dapat mengatasi persoalan listrik, khususnya di Asahan umumnya Sumatera Utara (Sumut).

Harapan tersebut disampikan Bupati Asahan, Taufan Gama Simatupang pada acara ground breaking (PLTB) di unit usaha Pasir Mandoge. “Atas nama Pemkab Asahan dan masyarakat, saya bangga kepada pihak PTPN. Karena dengan dibangunanya PLTB ini maka secara otomatis krisis listrik di Sumut dapat diatasi, “ kata Taufan.

Dalam pelaksanaan pembangunan PLTB yang dilakukan pihak PTPN IV Kebun Bandar Pasir Mandoge tersebut, Bupati Asahan menegaskan, pihaknya siap membantu dan mendukung pekerjaan proyek yang pendanaannya dari Build Operate Transfer (BOT). Mulai dari soal perizinan, pantauan lingkungan, kehutanan dan perkebuanan serta pelayanan terhadap pembangunan tersebut.

“Silahkan pihak perusahaan berhubungan dengan Dinas yang terkait. Kami siap membantu pembangunan PLTB ini. Dan saya minta Camat harus bertanggungjawab atas pembangunan PLTB ini,” ungkap Taufan, sembari mengatakan bila PLTB ini selesai di bangun, Pemkab Asahan akan minta Presiden resmikan PLTB.

Direktur Utama PTPN IV Kebun Bandar Pasir Mandoge, Erwin Nasution berharap PLTB secepatnya dibangun. Agar dapat segera dimanfaatakan oleh masyarakat secara luas dalam hal kebutuhan listrik sehingga Asahan tidak lagi kekuranag listrik, begitu juga daerah Sumut.

“Kami sudah lama mengimpikan hal ini. Dan bila PLTB ini sukses, kami akan bangun di beberapa daerah wilayah PTPN di Asahan. Sehingga Sumut tidak lagi mengalami krisis listrik,” sebut Erwin.

Sementara itu, Direktur Utama Karya Mas Energi, Yudistira memaparkan, pembangunan PLTB ini akan memanfaatkan limbah cair kelapa sawit pihak PTPN. Selama ini limbah menjadi persoalan lingkungan, namun dengan dibangunanya PLTB limbah yang memiliki gas mentan akan dimanfaatkan sebagai energy listrik. Pengoperasian PLTB ini nantinya akan diserahkan kepada pihak perusahaan setelah 10 tahun.

Acara dirangkai dengan penekanan tombol serine tanda dimulainya pembangunan PLTB dan pihak perusahaan juga menyerahkan ratusan bibit pohon jambu madu kepada Bupati Asahan yang selanjutnya diserahakan kepada masyarakat.

Related posts