Garuda Bidik Penjualan Rp 245 Miliar - Gelar Pameran Travel Fair

NERACA

Jakarta - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk membidik penjualan sebesar Rp245 miliar pada pameran Garuda Indonesia Travel Fair (GATF) 2015. Rencananya, pameran wisata yang menggandeng PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) sebagai bank partner ini bakal di gelar pada 3-5 April 2015.

Untuk kali pertama, GATF tahun 2015 ini akan dilaksanakan secara serentak pada April di 17 ibukota provinsi Indonesia. GATF akan dilaksanakan di sembilan kota di Indonesia, yakni di Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Solo, Semarang, Ujung Pandang, Surabaya, Pontianak dan Balikpapan. Sementara pada 10-12 April 2015, serentak dilaksanakan di delapan kota lainnya, yakni di Medan, Pekanbaru, Batam, Banjarmasin, Denpasar, Manado, Biak dan Jayapura.

Direktur Komersial Garuda Indonesia Handayani mengatakan, perseroan pada GATF 2015 menargetkan sebanyak 120.000 pengunjung dan penjualan sebesar Rp245 miliar,”Melalui travel fair yang akan kami laksanakan tersebut kiranya juga dapat memperkenalkan destinasi-destinasi baru dan layanan baru Garuda, seperti destinasi terbaru Nias, Sabang, Meulaboh, Lhokseumawe, Langgur dan rute lainnya yang terkenal dengan keindahan alam dan wisata baharinya," kata Handayani dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Selain itu, dia mengatakan bahwa pelaksanaan GATF ini merupakan upaya Garuda untuk memajukan pariwisata nasional serta memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mendapatkan paket wisata yang menarik dengan harga terjangkau. Pada GATF 2014 lalu, perseroan berhasil mendatangkan sebanyak 113.251 orang pengunjung dengan jumlah total penjualan mencapai Rp225,17 miliar.

Asal tahu saja, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) mengklaim bila kinerja keuangan mulai kembali pulih dari beban rugi tahun lalu sebesar Rp 4,65 triliun. Pulihnya kinerja keuangan perseroan seiring dengan perolehan laba di bulan Februari 2015.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Garuda Indonesia, Ari Askhara Danadiputra pernah bilang, perseroan pada Januari 2015 masih membukukan rugi sebesar US$ 2,8 juta atau setara Rp36,4 miliar (kurs Rp13.000/US$). Namun jumlah itu menurun signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$ 73,7 juta,”Sedangkan pada bulan Februari 2015, Garuda telah berhasil membukukan keuntungan sebesar US$ 1,2 juta atau sebesar Rp15,6 miliar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mengalami kerugian sebesar US$ 77,4 juta," kata Ari.

Selain itu, kata Ari, perseroan tahun ini tengah menjajaki untuk mengajukan pinjaman bank sebesar Rp2,3 triliun dari PT Bank Internasional Indonesia Tbk (BII) atau BII Maybank,”Pinjaman ini terdiri dari US$ 100 juta atau setara Rp1,3 triliun dengan kurs Rp13.000/US$ dan pinjaman rupiah Rp1 triliun, sehingga totalnya Rp2,3 triliun,”ungkapnya. (bani)

Related posts