Cipaganti Rebranding Jadi Citra Maharlika

NERACA

Jakarta - Pemegang saham PT Cipaganti Citra Graha Tbk (CPGT) menyetujui perubahan nama menjadi Citra Maharlika Nusantara Corporasi. Rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) juga memutuskan perombakan susunan direksi dan komisaris.

Sekretaris Perusahaan Cipaganti Jofrial Mecca mengatakan, penggantian nama perusahaan ini tidak akan membuat perubahan sektor usaha perseroan. “Bisnis utama kami tetap di bidang transportasi. Pemegang saham juga menyepakati perubahan tempat kedudukan perseoran dari Bandung pindah ke Jakarta,” ujarnya di Jakarta, kemarin.

Perubahan tempat usaha tidak akan mengubah pusat operasioanal perseroan di Bandung. Menurut dia, kantor operasional di Bandung akan dipertahankan. RUPSLB juga menyetujui perombakan susunan komisaris dan direksi Cipaganti. Pemegang saham memberhentikan seluruh Direksi dan mengangkat Jose Melford sebagai direktur utama, Jofrial, dan Leonardus Stephen Jonatan sebagai direktur. Sedangkan jajaran komisaris diisi Robert dan Alfiano. Mantan dirut Lasmar Edullantes diangkat menjadi komisaris.

Pemegang saham juga menyetujui penambahan modal dasar perseroan menjadi Rp 1,5 triliun, dibandingkan sebelumnya Rp 630 miliar. Penambahan modal dasar bertujuan untuk memperbesar ruang bagi perseroan dalam menggalang dana ke depan. Penambahan modal dasar ini sebagai antisipasi untuk ekspansi ke depan. “Kami memiliki beberapa proyek pengembangan bisnis ke depan,” jelasnya.

Perseroan sedang mengkaji diversifikasi usaha ke sektor infrastruktur jalan tol. Jofrial sebelumnya mengatakan, diversifikasi akan diterapkan dengan akuisisi perusahaan yang bergerak di bidang pengadaan informasi dan teknologi jalan tol.

Pendanaan kemungkinan dilaksanakan dengan penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue berkisr Rp 1-2 triliun. Rights issue kemungkinan diterapkan tahun ini. Terkait isu yang menyebutkan PT Citra Marga Nushapala Persada Tbk (CMNP) akan mengakusisi Grup Cipaganti, Jofrial belum bersedia menanggapi isu tersebut.

Asal tahu saja, semester pertama tahun lalu, laba Cipaganti turun 40,9% menjadi Rp 26,6 miliar dari tahun 2013 pada priode yang sama sebesar Rp 44,1 miliar. Perseroan mengakui, kasus korupsi Koperasi Cipaganti memberikan dampak terhadap pendapatan usaha yang hanya memperoleh Rp 310,12 miliar atau turun dibandingkan priode yang sama tahun lalu sebesar Rp 371,3 miliar.

Hal yang sama juga terjadi pada laba bruto perseroan, juga turun menjadi Rp110,18 miliar dibandingkan periode sebelumnya Rp163,77 miliar. Begitu juga laba usaha terkoreksi jadi Rp78,3 miliar dari sebelumnya Rp105,8 miliar. Alhasil, laba sebelum pajak perseroan mengalami penurunan menjadi Rp41,17 miliar dari sebelumnya Rp57,7 miliar. Kemudian jumlah aset perseroan juga mengalami penurunan menjadi Rp1,316 triliun pada akhir periode semester I-2014 ketimbang periode yang sama tahun sebelumnya Rp1,379 triliun. (bani)

Related posts