UI Siap Cetak Tenaga Handal di Pasar Modal

NERACA

Jakarta - Perkembangan industri pasar modal yang terus bergerak dinamis begitu cepat, menuntut adanya tenaga profesional berlisensi. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Magister Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (MM-FEB UI) menggandeng Melbourne Business School berkomitmen untuk mengembangkan pendidikan pasar modal.

Kerja sama ini dilakukan dalam rangka mengembangkan pendidikan untuk menyiapkan tenaga profesional yang kompeten dan handal di bidang pasar modal. Hal ini dilakukan karena meningkatnya minat investor untuk berinvestasi di Indonesia,”Lewat Pendidikan Manajemen Pasar Modal, UI melaksanakan kewajibannya untuk memenuhi kebutuhan sumber daya manusia (SDM) andal dan berkualitas, serta mengembangkan pendidikan yang didasarkan pada kebutuhan industri," ujar Wakil Rektor UI, Adi Zakaria Affif di Jakarta, kemarin.

Hal ini sendiri dilakukan dengan cara melibatkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pelaku industri, dan akademisi untuk mengembangkan kurikulum berbasis kompetensi yang tepat sasaran,”Dengan ini, kami harap bisa menghasilkan lulusan Manajemen Pasar Modal yang dapat berkontribusi positif dalam pertumbuhan industri pasar modal serta memberi manfaat nyata pada pertumbuhan perekonomian Indonesia di masa depan," kata Adi.

Lebih lanjut, Ketua OJK, Muliaman Darmansyah Hadad menyatakan pentingnya pendidikan pasar modal karena adanya tren pergeseran pembiayaan di Indonesia,”Kalau dulu Indonesia sangat bergantung pada industri perbankan untuk segi pembiayaan, kini sudah mulai ada pergeseran. Banyak perusahaan yang sudah mulai tertarik dengan pasar modal untuk pembiayaan perusahaannya,”ungkapnya.

Sementara Direktur Pengembangan Pasar Modal PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Friderica Widyasari menambahkan, dirinya mendukung kerjasama UI dengan Melbourne University Victoria, Australia,”Seiring dengan semakin berkembangnya pasar modal Indonesia, ketersediaan tenaga profesional yang berlisensi di pasar modal sangat dibutuhkan agar dapat mewujudkan pertumbuhan yang konsisten dan berkelanjutan di tahun-tahun mendatang," ujar Friderica Widyasari Dewi.

Kata Friderica, untuk memenuhi kebutuhan tersebut, PT Bursa Efek Indonesia, PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) yang didukung oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus melakukan beberapa program pengembangan untuk menyiapkan tenaga profesional yang kompeten dan handal di bidang pasar modal.

Bagi Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Nurhaida menegaskan, pihanya menyambut positif kerjasama tersebut dan berharap melalui program tersebut, kebutuhan tenaga profesional di pasar modal dapat terpenuhi seiring dengan pertumbuhan pasar modal Indonesia yang terus berkelanjutan di tahun-tahun mendatang.(bani)

Related posts