OJK - BNSP Kerja Sama Peningkatan SDM

NERACA

Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan dan Badan Nasional Sertifikasi Profesi menandatangani nota kesepahaman kerja sama dalam meningkatkan standard kualitas dan kuantitas sumber daya manusia di lembaga jasa keuangan. "Sertifikasi kompetensi kerja merupakan salah satu pilar penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di lembaga jasa keuangan apalagi menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN," kata Ketua Dewan Komisioner OJK, Muliaman D Hadad, di Jakarta, Kamis (19/3).

Dia mengatakan proses globalisasi telah menciptakan sistem keuangan yang dinamis dan persaingan yang tinggi di antara sumber daya manusia pada lembaga jasa keuangan. Oleh sebab itu diperlukan peningkatan standardisasi kualitas serta kuantitas sumber daya manusia pada lembaga jasa keuangan.

Ruang lingkup kerja sama antara OJK dan BNSP ini meliputi kerja sama pembentukan kelembagaan sertifikasi profesi lembaga jasa keuangan, pembentukan kelembagaan sertifikasi profesi lembaga jasa keuangan. Pengembangan infrastruktur kelambangaan dari lembaga sertifikasi profesi meliputi skema sertifikasi, asesor, perangkat asesmen, sarana dan prasasrana uji kopetensi sumber daya manusia pada lembaga jasa keuangan dan mengarahkan lembaga sertifikasi profesi dalam pelaksanaan kerja sama saling pengakuan kesetaraan sertifikasi kopetensi jkerha dengan lembaga sertifikasi sejenis di negara lain.

Muliaman memperkirakan, dalam lima tahun ke depan, Indonesia membutuhkan sekitar 10 ribu tenaga ahli di bidang perbankan, 10 ribu tenaga ahli di bidang asuransi dan sekitar 25 ribu tenaga ahli pada bidang pasar modal. "Angka ini diperkirakan akan terus berubah dan terus berkembang," kata Muliaman. Dia pun berharap lembaga sertifikasi di Indonesia selalu mengikuti perkembangan isu-isu gloibal dan internasional, sehingga kompetensi tenaga kerja Indonesia dapat setara dengan negara-negara lain. [ardi]

Related posts