BRI Tetap Fokus Garap UMKM - Ingin Perluas Akses di Kawasan

NERACA

Jakarta - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk mengaku tetap fokus mempertahankan bisnis utamanya untuk berekspansi di pasar domestik, yaitu usaha mikro, kecil dan menengah, dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN sektor perbankan 2020.

"Kami akan memperluas jaringan kerja bisnis mikro. Namun, tidak menutup kemungkinan untuk memperluas akses layanan, terutama di kawasan Asia Tenggara," kata Direktur Utama BRI, Asmawi Syam, di Jakarta, Kamis (19/3).

Dia menjelaskan, strategi BRI ini akan diterjemahkan lebih spesifik dalam strategi bisnis yang terdiri dari strategi aset, pendanaan, permodalan, pendapatan nonbunga (fee based income), teknologi informasi dan sumber daya manusia.

Adapun untuk penyaluran kredit, BRI tetap menjadi komponen aset utama dengan pertumbuhan diproyeksikan mencapai 15% - 17% per tahun, di mana segmen UMKM akan tetap mendominasi portofolio kredit perseroan.

"Dari sisi pendanaan, kami akan berupaya memperbaiki struktur pendanaan (funding structure) dengan menggiatkan upaya perolehan dana murah (current account saving account / CASA)," ujar Asmawi.

Terkait pertumbuhan fee based income, dirinya mengungkapkan akan difokuskan dari peningkatan utilitas jaringan elektronik (e-channel) BRI dan jasa perbankan lainnya seperti trade finance dan remittance.

Selain itu, Asmawi mengatakan bahwa BRI berencana mengembangkan bank tanpa kantor cabang (branchless banking) di daerah Papua pada akhir bulan ini. "Peluncuran perdana branchless bankingakan dilakukan bersama dengan Otoritas Jasa Keuangan tanggal 27 Maret 2015. Langkah ini akan kita lakukan agar masyarakat melek sistem keuangan,” terangnya.

Sebelumnya, perseroan telah memiliki rencana untuk memasang 35 ribu agen. Namun begitu, melihat animo masyarakat atau nasabah yang tinggi maka penempatan agen akan ditingkatkan menjadi 50 ribu agen di seluruh Indonesia. Denganbranchless bankingini, sambung Asmawi, masyarakat bisa lebih mudah mendapatkan akses ke perbankan, khususnya pelaku UMKM. [ardi]

BERITA TERKAIT

Sido Muncul Menaruh Asa Penjualan Tumbuh 10% - Perluas Pasar dan Produk Baru

NERACA Surabaya – Masih terjaganya daya beli masyarakat menjadi keyakinan PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) bila…

Disperindag Lebak Bolehkan UMKM Gunakan Elpiji Bersubsidi

Disperindag Lebak Bolehkan UMKM Gunakan Elpiji Bersubsidi NERACA Lebak - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Lebak, Banten, memperbolehkan pelaku…

PGL Hadirkan Hunian Terjangkau di Kawasan Elit

PGL Hadirkan Hunian Terjangkau di Kawasan Elit NERACA Jakarta - Permata Graha Land (PGL) menghadirkan hunian dengan harga terjangkau di…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Pertumbuhan Kredit Juni Double Digit

      NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) mencatat pertumbuhan penyaluran kredit perbankan pada Juni 2018 masih di…

Literasi Keuangan Dinilai Masih Rendah

      NERACA   Jakarta - Asosiasi Teknologi Finansial atau Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) mengatakan literasi keuangan masyarakat di…

BI Sebut Ada Capital Inflow Rp6 Triliun - Bunga Acuan Naik

      NERACA   Jakarta - Modal asing masuk melalui Surat Berharga Negara sebesar Rp6 triliun setelah imbal hasil…