UNTR Suntik Modal Acset Rp 300 Miliar

NERACA

Jakarta – Perkuat bisnis konstruksi seiring potensi pasarnya yang menjanjikan, PT United Tractors Tbk (UNTR) akan mengucurkan dana sebesar Rp 300 miliar kepada PT Acset Indonusa Tbk (ACST). Dana itu akan digunakan untuk keperluan modal usaha dan belanja modal (capital expenditure/capex) perseroan.

Dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin, disebutkan, dana akan diberikan oleh anak usaha perseroan, yakni PT Karya Supra Perkasa (KSP), dalam bentuk pinjaman. Pihaknya berharap, pinjaman ini akan mendukung secara langsung proses produksi atau kegiatan utama Acset di bidang konstruksi. Dijelaskan, secara bisnis akan lebih menguntungkan bagi KSP untuk memberikan pinjaman dibandingkan menyimpan dana kas sebagai deposito. Sementara itu, bagi Acset, tingkat suku bunga yang disepakati lebih rendah dibandingkan pihak ketiga.

Sesuai rencana, pinjaman terdiri atas dua bagian, yakni fasilitas tranche A atau term loan dan fasilitas tranche B atau revolving loan. Pinjaman dalam mata uang rupiah akan memiliki bunga LPS +2,1%, sedangkan untuk mata uang dolar AS sebesar LIBOR +2,6%. Adapun pinjaman akan jatuh tempo dua tahun sejak tanggal penarikan terakhir.

Untuk fasilitas tranche A, Acset dapat melakukan penarikan dana pinjaman secara parsial dalam jangka waktu tiga tahun sejak tanggal perjanjian. Namun, Acset tidak dapat meminjam kembali seluruh atau sebagian fasilitas tranche A yang telah dibayarkan kembali atau dipercepat. Di sisi lain, Acset dapat meminjam kembali sebagian atau seluruh pinjaman fasilitas tranche B.

Tahun ini, United Tractors akan menuntaskan akuisisi 50,1% saham perusahaan konstruksi PT Acset Indonusa Tbk (ACST). Pada tahap pertama, United Tractos sudah memborong sebanyak 200 juta (40%) saham Acset senilai Rp 650 miliar.

Sekretaris Perusahaan United Tractors Sara Loebis pernah mengatakan, seluruh dana akuisisi berasal dari kas internal. Selanjutnya, perseroan akan melakukan penawaran tender (tender offer) sesuai ketentuan bursa tentang perubahan pengendali Acset sebagai perusahaan terbuka,”Harga pelaksanaan tender offer akan mengacu pada harga crossing kemarin. Melalui penawaran wajib tersebut, United Tractors berharap dapat menambah kepemilikan saham Acset menjadi minimal 50,1%,” kata Sara.

Tahun ini, United Tractors menyiapkan sekitar US$ 300 - 350 juta untuk belanja modal (capital expenditure/capex) 2015. Sesuai rencana, sebanyak 60-65% dana capex United Tractors akan digunakan untuk pengembangan unit usaha kerja sama pertambangan PT Pamapersada Nusantara. Adapun sisanya akan digunakan untuk konstruksi mesin, mining contracting, dan unit bisnis lainnya,”Capex 2015 untuk United Tractors hampir sama dengan alokasi tahun lalu sekitar US$ 300 juta. Kebutuhan capex akan terus kita pantau karena tergantung juga dengan harga batubara dan produksi,” kata Direktur United Tractors Edhie Sarwono.

Sepanjang 2014, United Tractors membukukan pertumbuhan pendapatan bersih sebesar 4% dan peningkatan laba bersih 11% menjadi Rp 5,4 triliun. Belum lama ini, anak usaha PT United Tractors Tbk, PT Pamapersada Nusantara menandatangani Conditional Shares and Purchase Agreement (CSPA) dengan PT Sumbawa Jutaraya (SJR) untuk membeli 70% saham PT United Gold Resources Pte Ltd (UGR) dan 5,5% saham PT Sumbawa Mas Persada (SMP) pada SJR.

Disebutkan, pembelian saham-saham mengakibatkan kepemilikan saham PAMA di SJR menjadi 75,5% dari seluruh saham yang telah dikeluarkan dan disetor penuh pada SJR. Dimana total nilai transaksi pembelian saham mencapai US$ 2,56 juta. (bani)

Related posts