Lindungi UKM, Zurich Business Card Diluncurkan

NERACA

Jakarta -PT Zurich Insurance Indonesia meluncurkan produk asuransi "Zurich Business Guard" yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan akan perlindungan asuransi bagi para pemilik usaha kecil dan menengah."Peluncuran produk ini dilatarbelakangi oleh fakta bahwa UKM terus berkembang dengan kontribusi hingga 22% terhadap PDB namun tingkat penetrasi asuransi pada UKM masih rendah," kata Direktur Utama PT Zurich Insurance Indonesia, Brian J. Berry di Jakarta, Rabu (18/3).

Untuk itu ZBG diluncurkan untuk memberikan solusi perlindungan yang komprehensif dalam format yang sederhana, mudah dipahami, premi terjangkau, namun tetap menghadirkan sejumlah pilihan bagi konsumen.Head of Small Bussiness Segment Zurich Insurance Indonesia, The Kim Tjiang, menyatakan bahwa ZBG menawarkan perlindungan terhadap aset-aset bisnis seperti bangunan dan persediaan dari berbagai risiko yang tidak diharapkan seperti kebakaran, bencana alam, banjir, serta pencurian.

"Perlindungan ZBG juga diperluas dengan perlindungan terhadap tanggung jawab hukum, manfaat kelangsungan usaha, dan manfaat akomodasi sementara," tuturnya.ZBG tersedia dalam tiga jenis jaminan yaitu Silver, Gold, dan Platinum dengan beragam premi mulai dari 0,057% - 0,363% disesuaikan dengan jenis usaha yang dijamin.

"Jenis usaha yang akan dijamin adalah toko, kesehatan (klinik, apotek), penginapan, kantor, restoran, dan pendidikan (tempat les atau kursus)," ujarnya.Beberapa keunggulan utama ZBG antara lain manfaat kelangsungan usaha hingga Rp45 juta, manfaat akomodasi tinggal sementara yang diberikan dalam bentuk santunan harian hingga Rp31,5 juta, perlindungan terhadap kerusakan mesin hingga Rp100 juta, perlindungan terhadap penurunan mutu persediaan barang hingga Rp25 juta, perlindungan untuk uang dalam brankas atau saat pengiriman hingga Rp50 juta, dan tanggung jawab hukum hingga Rp250 juta.

PT Zurich Insurance Indonesia merupakan anggota dari Zurich Group, sebuah grup perusahaan asuransi terbesar di dunia yang telah beroperasi di lebih dari 170 negara dengan 55 ribu pegawai. [ardi]

Related posts