PNM - Komisi VI DPR Temu Bisnis Pelaku UMK - Makassar, Sulawesi Selatan

NERACA

Makassar – Sebagai pelaksanaan misi PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang didirikan dengan tujuan membantu pengembangan Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM), secara rutin terus melakukan Program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) baik berbentuk pelatihan, pendampingan, temu bisnis, dan lain-lain. Sebagai perwujudan dari program pendampingan dan temu bisnis, PNM melalui cabang Makassar melaksanakan silaturahmi antar nasabah UMK binaan PNM dengan Anggota Komisi VI DPR – RI.

Setelah dilaksanakan beberapa kegiatan pelatihan serupa di beberapa kantor cabang PNM di tanah air, cabang Makassar juga turut berpartisipasi dalam kegiatan kunjungan kerja rombongan Komisi VI DPR – RI di wilayah Sulawesi Selatan. Kesempatan ini juga dimanfaatkan secara maksimal oleh komisi VI DPR – RI untuk berinteraksi dengan pelaku UMK di Sulawesi Selatan dengan berbagi kiat dan pengalaman usaha, serta tentunya dibarengi dengan mendengarkan dan mencatat aspirasi dan kondisi para pelaku UMK untuk menjadi bahasannya di Komisi VI DPR RI.

Direktur Bisnis Mikro PNM, M. Lukman Rizal, mengungkapkan pemberdayaan UMK dalam dimensi pembangunan nasional yang berlandaskan sistem ekonomi kerakyatan tidak hanya ditujukan untuk mengurangi masalah kesenjangan antar golongan, pendapatan antar pelaku, dan penyerapan tenaga kerja. Lebih dari itu, pengembangan UMK mampu memperluas basis ekonomi dan dapat memberikan kontribusi yang signifikan bagi ekonomi nasional yang telah terbukti mampu bertahan saat krisis ekonomi tahun 1998.

Kegiatan temu nasabah dan legislator ini dilaksanakan di kantor PNM cabang Makassar. Selain temu nasbah ditampilkan pula beberapa produk-produk unggulan dari nasabah cabang Makassar. Melalui temu nasabah seperti ini diharapkan juga dapat memberi partisipasi nyata untuk dapat mengoptimalkan bisnis perseroan sebagai BUMN dalam mendukung program pemerintah, khususnya bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat di daerah.

Lanjut Lukman, PNM secara aktif dan konsisten melaksanakan kegiatan pemberdayaan UMK di seluruh jaringan layanan PNM termasuk ULaMM, dengan memberikan pembekalan ilmu pemasaran, ketrampilan berusaha, serta sikap optimistis dalam membangun bisnis ke depan. Terlebih apabila para pelaku UMK yang menjadi nasabah ULaMM ini dapat dijalin dalam sebuah jaringan usaha pelaku UMK nasabah ULaMM PNM yang saat ini memiliki 715 Kantor di seluruh Indonesia, tentunya akan sangat mendukung percepatan pengembangan usaha dari para pelaku UMK tersebut.

Mengemban kepercayaan Negara melalui pemberian Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp1 triliun, PNM tetap berkomitmen fokus pada pembiayaan dan pemberdayaan mikro selaras dengan rencana pengembangan bisnis PNM. Modal tersebut akan digunakan oleh perusahaan untuk memperluas jaringan ULaMM yang akan bertambah sebanyak 1200 unit di hampir 4500 kecamatan di seluruh provinsi. Target peningkatan nasbah pun mencapai hingga 1.005.000 nasabah penerima manfaat dan akan menyerap 1.8 juta tenaga kerja sektor UMKM.

“Pengusaha mikro dan kecil merupakan tulang punggung ekonomi nasional, PNM senantiasa berupaya untuk membantu mereka guna meningkatkan kapasitas usaha bisnisnya dengan melakukan pendampingan usaha. Diharapkan kedepannya UMK kita terus maju sehingga masyarakat madani yang sejahtera dan mandiri akan terwujud,” kata Lukman pada acara tersebut, Rabu (18/3).

Khusus PNM Cabang Makassar, kini mempunyai 8 Klaster termasuk di dalamnya 1 cabang pembantu, yaitu Ambon, Bone, Makaasar, Mamuju, Palopo, Pare-pare, Ampana, dan Palu (capem). Dengan 45 Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM) menjadikan Makassar sebagai cabang PNM terbesar di Indonesia. Hingga Februari 2015, total pembiayaan outstanding sebesar Rp282,5 miliar atau meningkat sebesar 15,5% dari periode yang sama tahun 2014 sebesar Rp246,8 miliar. Sementara untuk total nasabah yang menerima manfaat pembiayaan sebesar 5.430 nasabah atau meningkat 7,2% dari total nasabah pada 2014 sebesar 5.062 nasabah. [mohar]

Related posts