Jasa Marga Bagikan Dividen Rp 491,2 Miliar

NERACA

Jakarta – Berkah PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) mencatatkan pertumbuhan laba 36,6% atau menjadi Rp 1,40 triliun dari tahun sebelumnya sebesar Rp1,04 triliun, memberikan kabar gembari bagi para pemegang saham. Pasalnya dalam rapat umum pemegang saham (RUPS) memutuskan untuk membagikan dividen sebesar 35% dari laba bersih perseroan tahun 2014 atau sebesar Rp 491,199 miliar. Jumlah ini setara dengan Rp 72,24 per lembar saham.

Direktur Utama Jasa Marga Adityawarman mengatakan, dividen tersebut mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Selain dividen, perseroan juga akan menyisihkan sebanyak Rp 25 miliar sebagai cadangan wajib,”Sementara itu sisanya Rp 887,22 miliar dijadikan cadangan umum untuk investasi jangka panjang. Ada 10 proyek infrastruktur, salah satunya untuk ruas Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi," ujarnya di Jakarta, Rabu (18/3).

Sebagai informasi, sepanjang tahun 2014 perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp 1,4 triliun. Pencapaian laba bersih tersebut didukung dengan perolehan pendapatan usaha sebesar Rp 7,23 triliun atau meningkat sebesar 14,6% dibandingkan tahun 2013 sebesar Rp 6,31 triliun. "Kalau tahun 2015 kami targetkan bisa dapatkan laba Rp 1,2 triliun,”tuturnya.

Disebutkan, target laba bersih tahun ini turun dibandingkan tahun lalu karena mempertimbangkan depresiasi nilai tukar rupiah,”Target laba bersih itu karena kami sudah mempertimbangkan pelemahan rupiah yang terjadi beberapa waktu ini. Tetapi, target itu masih baik dan bisa dicapai,”tandas Adityawarman.

Kendati demikian, pihaknya meyakini pelemahan rupiah hingga level Rp13.000 per dollar AS, tidak akan mengganggu kinerja bisnis perseroan sepanjang tahun ini. Pasalnya perseroan lebih banyak memanfaatkan rupiah untuk menggerakkan usaha.

Adityawarman menambahkan, dalam RUPST kali ini juga diputuskan untuk menambah jumlah direksi, dari yang biasanya lima orang menjadi enam orang,”Kementerian BUMN sangat berharap dengan Jasa Marga bisa menyelesaikan Trans Java. Masih ada empat titik yang belum tersambung. Jadi, yang biasa lima direksi ditambah satu lagi," pungkasnya.

Berikut nama-nama di jajaran direksi Jasa Marga, yakni Adityawarman, Hasanudin, Muh Najib Fauzan, Christianto Prihambodo, Achiran Pandu Djajanto, dan Reynaldi Hermansjah. Sementara di dewan komisaris terdiri dari Refly Harun sebagai komisaris utama, lalu Akhmad Syakhroza, Teguh Widodo, Sigit Widyawan, Taufik Widjojono, dan Hambra. "Untuk komisaris kami tambah empat," tambahnya.

Kata Adityawarman, alasan dipilihnya Refly Harun sebagai komisaris utama Jasa Marga yang merupakan pakar hukum karena mempertimbangkan harapan penyelesaian masalah hukum terkait sengketa tanah perseroan,” Bisnis jalan tol sangat bersentuhan dengan masalah hukum, masalah tanah. Bahkan ada 10 tahun yang lalu sudah dibangun baru sekarang complaint. Oleh karena itu, Refly Harun diangkat jadi komisaris utama ini membantu sekali, walaupun ahli hukum pasti bisa yang lain juga,”ungkapnya.

Sekadar informasi, Refly yang kelahiran Palembang, Sumatera Selatan tersebut merupakan ahli hukum tata negara dan pengamat politik Indonesia. Refly sebelumnya pernah menjabat Ketua Tim Mafia Mahkamah Konstitusi serta sempat menjadi konsultan dan peneliti di Centre of Electoral Reform (Cetro). Adityawarman menyatakan, pemilihan Refly Harun agar bisa memberi kontribusi positif bagi pengembangan kinerja perseroan ke depan. (bani)

Related posts