Cermati Penanganan Radikalisme - Oleh: Herni Susanti, Pemerhati Masalah Bangsa

Radikalisme di berbagai wilayah NKRI masih saja terjadi, radikalisme memerlukan penangganan yang cepat. Semua permasalahan bisa dituntaskan dengan mengedepankan kebersamaan, senasib berbangsa dan negara. Pemerintah harus mampu memberikan solusi agar kecenderungan bergabung dengan kelompok radikal bisa diatasi.

Permasalahan daerah bekas konflik di NKRI harus ditanggapi secara cepat agar tidak terjadi konflik horizontal dan vertikal. Masalah pengamanan dan mencarikan solusi kesejahteraan sosial merupakan langkah penting yang dilakukan pemerintah. Persoalan daerah bekas konflk tersebut bisa dilakukan dengan memberikan pemahaman kepada masyarakat sehingga tidak terpengaruh dengan kelompok radikal.

Pemahaman Salah

Seperti yang kita lihat kondisi kekinian masyarakat khususnya di masyarakat Indonesia, semakin mengarahkan pada memunculkan banyaknya aliran pemahaman yang hebatnya pasti bisa menghadirkan massa pengikutnya.

Demikian hebatnya tektualitas agama ditafsirkan secara beragam dan kemudian kelak kelanjutannya kehadirannya menjadikan ketegangan antar penganut aliran. Banyak cara baik dari cara yang kooperatif sampai tindakan negosiasi terhadap penganut aliran agama tersebut maupun kepada pemerintah sebagai dewan pelindung aktivitas masyarakat tidak memberikan solusi yang tepat, akibatnya tindakan kekerasanlah yang menjadi pilihan terjitu untuk membubarkan aliran tersebut.

Tindakan kekerasan yang dilakukan tersebut tentunya hendaklah tetap memperhatikan kepentingan masyarakat lain yang memiliki beda pemahaman dengan pemahaman kita. Ketika beberapa kelompok umat merasa tidak rela harga diri agamanya dipermainkan sehingga merasa perlu melakukan sebuah tindakan berupa tindak kekerasan, tetapi masih banyak juga diantara mereka yang merasa tindakan semacam itu telah melampaui dari hakikat pembelaan atas nama agama bahkan bisa menjadi tindakan kekerasan dianggap demikian menyimpang dari hakikatnya.

Hal demikian, kembali lagi pada pokok pikiran semula yakni dikarenakan akal manusia dalam melakukan interpretasi dan objektivikasi memiliki perbedaan disesuaikan dengan sejarah hidupnya, baik faktor lingkungan maupun pembawaan diri individu itu sendiri. Sementara itu, faktor-faktor pendorong munculnya radikalisme, adalah kapitalisme global, pemahaman agama dan social politik, emosi keagamaan, factor cultural, ideologis anti westernisme dan kebijakan pemerintah.

Radikal Komunisme

Pembahasan mengenai komunis merupakan suatu hal yang sensitif di Indonesia. Oleh karena itu, pembahasan mengenai komunis selalu menarik dan perlu didalami agar tidak terjadi kesalahan pemahaman terhadap bahaya laten yang dibawa oleh ideologi komunis.

Awal masuknya paham komunis di Indonesia adalah pada masa penjajahan dengan memanfaatkan kondisi masyarakat yang tidak sejahtera. Hal tersebut saat ini telah kurang relevan dan dapat diterima masyarakat karena keadaan sosial ekonomi masyarakat telah lebih baik. Namun, potensi kembalinya ajaran komunis masih dapat terjadi bila tidak diwaspadai. Oleh karena itu, contoh tindakan untuk membangun konstruksi sosial yang tidak sejalan dengan cita-cita persatuan bangsa ataupun bersifat radikal maka perlu diwaspadai terkait sifat komunis.

Awal Paham komunis di Indonesia masuk melalui PKI pada tahun 1914. Hal tersebut tidak dapat diterima oleh masyarakat khususnya umat Islam karena berciri tidak mengakui adanya Tuhan, menganut paham radikalisme dalam pergerakan, dan bertahap akhir teror dalam tindakannya. Saat ini masih dapat ditemukan perkembangan ideologi komunis di Indonesia. Hal ini terlihat dari banyaknya aksi kekerasan, pemaksaan kehendak, dan aksi terorisme.

Oleh karena itu, segala tindakan yang berkaitan dengan hal di atas adalah dasar atau karakter dari ideologi komunis. Banyak gagasan dan ideologi dari luar yang secara tidak langsung membuat kita menerima gagasan dan ide tersebut, termasuk sifat komunis. Hal ini menyebabkan banyak bidang lain seperti ekonomi, agama, dan pendidikan yang dipengaruhi ideologi komunis.

Menangkal Komunis

Gerakan komunis saat ini hanya bubar secara organisasi sementara paham dan ideologinya dapat saja berkembang dengan mengincar kalangan muda atau pihak-pihak yang diyakini dapat mendukung aksi radikal. Sebagai mahasiswa, sejumlah hal yang dapat dilakukan untuk menangkal ideologi komunis meliputi penanaman kesadaran akan tanggung jawab pengembangan wawasan keilmuan dan keagamaan sebagai milik bersama, keberanian untuk keluar dari zona nyaman pemikiran negatif menuju model berpikir positif, semangat mengembalikan nasionalisme dan patriotisme, serta menghidupkan kembali budaya dan ajaran lokal.

Untuk itu, beragama, berbangsa, dan berilmu tidak cukup hanya melalui emosi, tetapi juga wawasan, rasionalistas, dan kontemplasi pemikiran agar tidak gampang dipengaruhi hal eksternal. Oleh karena itu, kearifan lokal bangsa Indonesia perlu terus dilaksanakan untuk membangkitkan semangat persatuan dan meminimalisir berkembangnya ideologi komunis.

Sementara itu, salah satu cara mencegah radikalisme yakni perlunya peningkatan pemahaman dan pengetahuan agama yang berwawasan kebangsaan secara baik dan benar dalam kehidupan sehari-hari.Sebuah ideologi tidak akan bisa hilang atau mati, hal ini disebabkan ideologi berkembang di dimensi pikiran sehingga meskipun ditindas dapat justru semakin kuat Oleh karena itu, perlu dilakukan berbagai pendekatan agar paham komunis tidak semakin berkembang.***

Related posts