Setiap Orang Adalah Pembawa Perubahan - Arthur Guinness Projects dan Ashoka Changemakers

NERACA

Kamus bahasa isyarat dan aplikasi pembelajaran memenangkan kompetisi internasional untuk wirausahawan sosial internasional ‘Makers of More’. Dreambenderdari Indonesia terpilih menjadi pemenang mengalahkan lebih dari 300 proposal yang datang dari 45 negara.

Tim Dreambender yang dipimpin oleh Rizky Ario, menerima penghargaan puncak untuk proyek Isara mereka yang luar biasa, yaitu kamus bahasa isyarat dan aplikasi pembelajaran online. Isara menyediakan pembelajaran bahasa isyarat yang interaktif,real-timedan lebih menarik dengan menggunakan sensor gerak.

“Saya sangat bangga kepada tim Dreambender atas pekerjaan yang telah dilakukan hingga saat ini; mendapat pengakuan dari Arthur Guinness Projects dan Ashoka membuat kami semakin termotivasi dan terinspirasi untuk terus maju dalam mengembangkan proyek ini dan terus bergerak menuju pencapaian visi di masa depan. Kami juga merasa terhormat dapat menjadi bagian dari proyek-proyek luar biasa lainnya seperti FoodCycle dan Ensibuuko,” kata Rizky Ario

Isara telah diterapkan di lebih dari dua puluh sekolah dan organisasi yang mengayomi para tuna rungu di 5 kota di Indonesia termasuk Jakarta, Bandung, Yogya, Magelang dan Solo. Dampak positif aplikasi Isara telah dirasakan oleh lebih dari 500 tuna rungu di Indonesia. Tim Dreambender berharap agar pada tahun 2018 aplikasi ini sudah terdistribusikan ke korporasi dan organisasi pendidikan di seluruh Indonesia.

“Kami mengucapkan selamat kepada Rizky dan tim Dreambenderatas kemenangan mereka yang luar biasa dalam kompetisi ‘Makers of More’. Visi dan tekad mereka untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat, menyikapi tantangan nyata dengan memberi solusi yang mudah digunakan, sangat menginspirasi. Kami berharap kesuksesan akan terus menyertai mereka di masa depan”, ujarCarol MontgomerydariArthur Guinness Projects.

Sementara itu, Rob Wilson, Director of Ashoka UK. Menuturkan, Ashoka sangat terkesan dengan visi Dreambenderdan potensi besar yang dimilikinya untuk menghadirkan perubahan sosial.

“Proyek ini masih dalam tahap awal dan bersama dengan Arthur Guinness Projects kami sangat bersemangat untuk dapat membantu mereka berkembang semaksimal mungkin. Proyek ini menggunakan solusi teknologi inovatif untuk mengatasi tantangan besar di masyarakat yaitu berkomunikasi dengan bahasa isyarat. Kami percaya bahwa Rizky dan pararunner upyang luar biasa yaitu FoodCycle dan Ensibuukoadalah ‘Makers of More’ yang sejati,” katadia

Kompetisi ‘Makers of More’ bertujuan untuk menjaring orang-orang dengan ide-ide inovatif dan karya inspiratif yang memberi dampak positif bagi komunitas di seluruh dunia. Diluncurkan pada Oktober 2014, kompetisi ini menerima lebih dari 300 proposal untuk 3 kategori yaitu Ekonomi, Lingkungan dan Budaya & Teknologi.

Pararunner upadalah FoodCycle, badan amal Inggris yang menggabungkan relawan, makanan lebih dan ruang dapur tak terpakai untuk membuat makanan lezat dan bergizi bagi orang miskin yang kekurangan makan dan terisolasi secara sosial, serta Ensibuuko, perusahaan sosial berbasis teknologi dari Uganda yang membangun platform perbankan dan informasi bagi masyarakat miskin di pedesaan berdasarkan keinginan untuk memfasilitasi keterlibatan komunitas pedesaan dalam bidang pertanian.

Related posts