Bisnis Internet Link Net Terus Merekah - Catatkan Laba Tumbuh 54%

NERACA

Jakarta – Besarnya permintaan intenet dan televise berbayar memberikan dampak positif terhadap kinerja keuangan PT Link Net Tbk (LINK). Alhasil, tahun lalu perseroan meraih kenaikan laba bersih sebesar 54% menjadi Rp557,1 miliar di akhir 2014, dari posisi sebesar Rp362,17 miliar di 2013.

Dalam siaran persnya di Jakarta, Selasa (17/3), Investor Relation Link Net, Liryawati mengatakan, pertumbuhan laba perseroan juga mengerek laba per saham perseroan menjadi Rp183 per saham di tahun lalu, dari posisi sebesar Rp119 per saham.

Liryawati menjelaskan, di saat laba bersih perseroan yang mengalami peningkatan, pendapatan perseroan mengalami pertumbuhan 28,3% menjadi Rp2,13 triliun di akhir 2014, dari posisi sebesar Rp1,66 triliun di tahun 2013,”Kenaikan pendapatan seiring dengan komitmen memperluas jaringan dan memenuhi permintaan jasa internet dan televisi berbayar," ungkap dia.

Selama 2014, jumlah pelanggan internet menjadi 392.134 dan televisi berbayar sebesar 362.643 atau meningkat 17,8% dan 19,2%, dari posisi di tahun sebelumnya. Laba usaha perseroan juga meningkat menjadi Rp837,25 miliar di tahun lalu, dari posisi sebesar Rp593,76 miliar di 2013. Laba sebelum pajak perseroan menjadi Rp755,90 miliar, atau naik dari posisi sebesar Rp593,76 miliar di akhir 2013.

Posisi Ebitda perseroan menjadi sebesar Rp1,23 triliun di akhir 2014, atau naik 36,6% dari posisi di 2013. Hal itu terlihat dalam memaksimalkan efisiensi perseroan sepanjang tahun lalu. Adapun total aset perseroan sepanjang 2014 menjadi Rp3,74 triliun, atau naik 16,14% dari total aset sebesar Rp3,22 triliun di akhir 2013.

Tahun ini, perseroan mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) lebih dari Rp 1,5 triliun. CEO Link Net, Richard Kartawijaya pernah mengatakan, capex tersebut akan digunakan untuk inovasi dan pengembangan produk, maintenance, belanja konten, dan pembangunan kabel internet berkecepatan tinggi ke rumah (homepass).

Menurut Richard, perseroan menargetkan tahun ini jumlah pelanggan sebanyak 1 juta untuk TV berbayar melalui produk First Media. "Jumlah tersebut bertambah sebanyak 300.000 pelanggan dari total pelanggan sampai akhir 2014 yang sebanyak 700.000 pelanggan," jelas dia.

Dia menambahkan, secara umum, penetrasi TV berbayar, baik TV kabel maupun satelit di Indonesia mencapai 16,5 juta pelanggan pada 2014. Namun, secara spesifik, jika disegmentasikan ke dalam jenis TV kabel, maka First media yang merupakan induk usaha Link Net menguasai pangsa pasar TV kabel di Indonesia sebesar 80%,”Keberhasilan perusahaan dalam meraih pangsa pasar TV kabel tersebut, karena didukung oleh strategi jitu perusahaan dalam melakukan inovasi teknologi, berupa inovasi set top box yang lebih smart, penambahan konten siaran, dan juga pemilihan lokasi yang tepat dalam menawarkan TV kabel kepada masyarakat," ungkap Richard.

Menurut dia, beberapa lokasi yang menjadi kantong pertumbuhan pelanggan, antara lain Jakarta termasuk beberapa kota di sekitar Jakarta, seperti Tangerang, Depok, Bogor, dan Bekasi. Selain itu Bandung dan beberapa kota besar lainnya, antara lain Surabaya dan Bali.“Jadi, selain pengembangan inovasi teknologi untuk TV kabel, kami juga memilih yang tepat untuk memasarkan TV kabel. Khusus di Bali, area utama kami di daerah perhotelan yang ada di sana. Jadi, faktor ini juga yang membuat pelanggan kami terus tumbuh,” tutur dia.

Richard menambahkan, perseroan menargetkan meraih pendapatan di atas Rp 2 triliun tahun ini. Adapun total pendapatan per September 2014 sebesar Rp 1,8 triliun. “Untuk pertumbuhan pendapatan secara year on year (yoy) sekitar 30% jika dibandingkan tahun lalu," ungkap dia. (bani)

Related posts