Pemberdayaan UMK PNM Harus Didukung - Kendari, Sulawesi Tenggara

NERACA

Kendari - PT Permodalan Nasional Madani (Persero) terus meningkatkan jumlah nasabah pelaku UMK di seluruh nusantara, termasuk di Sulawesi Tenggara. Pemberdayaan UMK tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah melainkan harus ada sinergi yang kuat dan kerja sama lintas sektoral dengan seluruh pihak terkait.

Untuk itulah, sebagai wujud pertanggungjawaban lembaga dan guna memonitor kegiatan pemberdayaan UMK PNM di wilayah Sulawesi Tenggara, Direktur Utama PNM Parman Nataatmadja didampingi Executive Vice President Arief Mulyadi, bersama rombongan Pimpinan dan Anggota Komisi VI DPR –RI meninjau aktifitas bisnis dan pemberdayaan PNM di Kendari, termasuk kunjungan langsung ke nasabah PNM. Kunjungan dan peninjauan ini, merupakan salah satu agenda dari Kunjungan Kerja Komisi VI DPR RI pada Reses masa Persidangan II Tahun Sidang 2014-2015.

Direktur Utama PT PNM (Persero), Parman Nataatmadja, mengatakan aktifitas pembiayaan dan pemberdayaan yang disertai dengan pelatihan bagi pelaku UMKM akan tetap menjadi prioritas perusahaan.“Ada banyak potensi usaha di kawasan Sulawesi Tenggara. Jika disuntik modal, motivasi, manajemen kelembagaan, produksi hingga pemasaran maka berbagai usaha itu akan berkontribusi positif bagi peningkatan kesejahteraan pelaku usaha yang bersangkutan, lingkungan maupun pemerintah daerah setempat,” ujarnya di Kendari, Sultra, Selasa (17/3).

Temu nasabah kali ini mengambil tempat di salah satu nasabah binaan PNM, UD Baruasa Mandiri yang memproduksi kue khas wilayah setempat milik Bapak Talaga. Lokasi usahanya sendiri terletak di Jalan Dangga, Kecamatan Puwatu, Kota Kendari. Kunjungan serta tatap muka secara langsung bersama PNM dan para legislator akan menjadi wadah tersendiri bagi pelaku UMK untuk menyampaikan, serta tentunya dibarengi dengan mendengarkan dan mencatat aspirasi dan kondisi para pelaku UMK untuk menjadi bahasan di Komisi VI DPR RI.

Parman pun menuturkan, perusahaan menilai iklim ekonomi di tahun 2015 secara optimis masih dapat dilalui bahkan bisa lebih baik ketimbang tahun lalu, termasuk bisnis di segmen UMKM yang diprediksi makin menggeliat. Hal ini akan mendorong pertumbuhan pembiayaan UMKM. PNM pun mematok target pertumbuhan penyaluran pembiayaan lebih dari 20%.

Melalui penerimaan tambahan Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp1 triliun, PNM akan tetap pada tugas utamanya dalam aktifitas pembiayaan dan pemberdayaan usaha mikro dan kecil yang diselaraskan dengan perkembangan dan pemanfaatan IT. Tambahan modal tersebut akan digunakan dan dileverage oleh perusahaan untuk memperluas jaringan Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM) dengan menambah jaringan menjadi sebanyak 1200 Unit ULaMM dan melayani serta mendukung UMK di hampir 4500 Kecamatan di seluruh Provinsi. Target peningkatan nasbah pun mencapai hingga 1.005.000 nasabah penerima manfaat yang akan menyerap 1.8 juta tenaga kerja di sektor UMKM.

“Kalangan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) perlu didorong motivasinya untuk terus meningkatkan jaringan pemasarannya. Hal ini dimaksudkan agar pelaku UMKM menjadi wirausahawan yang unggul dan berdaya saing,” pungkasnya. [mohar]

Related posts