Pelaku Pasar Sambut Musim Dividen - BNI Bagikan Dividen Rp 2,6 Triliun

NERACA

Jakarta – Ditengah terkoreksinya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS, tidak membuat laju indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) ikut terseok dan sebaliknya menunjukkan penguatan. Bahkan masuknya musim dividen, disambut respon positif pelaku pasar. Asal tahu saja, beberapa bank plat merah sudah memutuskan untuk membagikan dividen.

PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) dalam rapat umum pemegang saham (RUPS) menyetujui untuk membagi dividen senilai total Rp 2,6 triliun. Dananya diambil dari laba bersih tahun buku 2014 yang sebesar Rp 10,7 triliun. Dividen tersebut setara 25% dari laba 2014. Selain digunakan untuk dividen, sebanyak 16,65% laba atau Rp 1,965 triliun ditetapkan sebagai cadangan investasi.

Sedangkan sisa laba digunakan untuk laba ditahan. Rencana pembagian dividen ini sudah disepakati oleh mayoritas investor yang hadir dalam RUPS,”Pemegang saham setuju 99,456%, abstain 0,271%, dan tidak setuju 0,271%," kata Mantan Direktur Utama BNI Gatot Suwondo di Jakarta, Selasa (17/3).

Nilai dividen yang yang dibagikan tersebut sedikit lebih rendah dari tahun buku 2013 yang mencapai Rp 2,716 triliun. Porsinya di tahun buku 2013 memang lebih besar, yaitu 30% dari laba. Sepanjang tahun 2014, BNI membukukan laba bersih sebesar Rp10,8 triliun atau naik 19,1% dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp9,1 triliun.

Naiknya laba bersih didukung naiknya pendapatan bunga bersih sebesar 17,4% menajdi Rp22,4 triliun dari Rp19,1 triliun dan pendapatan non bunga senesar 13,5% menjadi Rp10,7 triliun. Sebelumnya, dalam RUPS PT Bank Mandiri (Persero) Tbk juga menyetujui untuk membagikan dividen sebesar 25% dari laba bersih 2014 atau sebesar Rp 4,96 triliun.

Kata Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Budi G Sadikin, pembagian dividen merupakan langkah untuk memberikan total return kepada investor sebagai apresiasi seiring terus bertumbuhnya Bank Mandiri,”Ambisi Bank Mandiri menjadi bank terbaik di ASEAN tidak bisa lepas dari dukungan pemegang saham, maka dividen ini adalah bentuk apresiasi terhadap pemegang saham,”ujarnya.

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk berambisi menguasai pasar ASEAN dengan tetap menggunakan strategi bisnis yang targetnya fokus di dalam negeri sendiri. Disebutkan, sebanyak 50% lebih GDP (PDB) dan populasi penduduk ASEAN itu adalah Indonesia,”Jadi untuk jadi yang terbaik ya harus kuasai pasar Indonesia," kata Budi Gunadi Sadikin.

Budi menuturkan, pada 2020 akan terbuka persaingan dengan perbankan asing di wilayah ASEAN, pihaknya ingin menjadi yang terbaik terutama dari sisi kapitalisasi pasar,”Jadi jangan sampai kita salah strategi. Hebat di ASEAN bukan berarti harus hebat di semua negara ASEAN, tapi harus hebat di Indonesia," kata Budi. (bani)

BERITA TERKAIT

Lagi, SMI Rilis Obligasi Rp 10 Triliun di 2018 - Diminati Investor Asing

NERACA Jakarta – Sukses mencatatkan surat utang atau obligasi di pasar modal, rupanya dirasakan belum cukup bagi PT Sarana Multi…

Anabatic Raih Pendapatan Rp 3,14 Triliun

Hingga September 2017, PT Anabatic Technologies Tbk (ATIC) meraih pendapatan usaha sebesar Rp3,14 triliun atau naik dibandingkan dengan pendapatan usaha…

FAST Targetkan Penjualan Rp 6 Triliun di 2018

NERACA Jakarta - PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST) menargetkan penjualan sebesar Rp6,03 triliun pada 2018 atau tumbuh 10,% dibandingkan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Kantungi Sertifikasi ISO 27001 - XL Tingkatkan Keamanan Data Pelanggan

NERACA Jakarta - PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) berhasil meraih sertifikasi ISO 27001 sebagai standar baku penerapan Information Security…

Investor Saham di Babel Tumbuh Signifikan

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Kantor Perwakilan Pangkalpinang mencatat, jumlah investor pasar modal di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mengalami…

Renuka Targetkan Ekspor Tambang di 2018

Keyakinan membaiknya harga batu bara di tahun depan, menjadi harapan PT Renuka Coalindo Tbk (SQMI) bila pasar batu bara kembali meningkat.…