Sentimen BI Rate Masih Topang IHSG

NERACA

Jakarta – Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup naik tipis 3,882 poin (0,07%) ke level 5.439,153. Sementara Indeks LQ45 berkurang 0,531 poin (0,06%) ke level 944,989. Berlanjutnya, aksi jual investor asing menjadi penghambat IHSG menguat lebih besar.

Menurut analis Asjaya Indosurya Securities, William Suryawijaya, sentimen dari Bank Indonesia (BI) yang mempertahankan tingkat suku bunga acuan (BI rate) menjadi salah satu faktor penopang bagi IHSG di tengah ekspektasi kenaikan suku bunga AS (Fed fund rate),”Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang memutuskan untuk mempertahankan BI Rate sebesar 7,5%, dengan suku bunga Deposit Facility 5,5% dan Lending Facility pada tingkat delapan persen memberikan sentiment positif,”katanya di Jakarta, Selasa (17/3).

Menurut dia, sentimen BI rate itu membuat saham-saham properti mengalami penguatan. Dalam data BEI, indeks saham properti mengalami kenaikan sebesar 1,26%. Indeks BEI berikutnya, kata William masih tren menguat yang ditopang sentiment BI Rate.

Pada perdagangan kemarin, saham-saham konsumer yang sudah naik tinggi sekarang jadi sasaran aksi jual. Saham-saham unggulan paling banyak kena aksi ambil untung. Dana asing masih lanjut mengalir ke luar lantai bursa. Transaksi investor asing hingga sore terpantau melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 682,992 miliar di seluruh pasar.

Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 227.903 kali dengan volume 7,621 miliar lembar saham senilai Rp 6,126 triliun. Sebanyak 161 saham naik, 125 turun, dan 99 saham stagnan. Bursa-bursa di Asia sempat kompak menguat didorong sentimen Wall Street. Namun aksi ambil untung membuat bursa regional berakhir mixed.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Samudera Indonesia (SMDR) naik Rp 575 ke Rp 10.500, Link Net (LINK) naik Rp 350 ke Rp 6.250, Indocement (INTP) naik Rp 300 ke Rp 22.475, dan Lippo Insurance (LPGI) naik Rp 225 ke Rp 4.925. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 700 ke Rp 65.500, Multi Prima (LPIN) turun Rp 650 ke Rp 5.850, Unilever (UNVR) turun Rp 575 ke Rp 39.000, dan Plaza Indonesia (PLIN) turun Rp 395 ke Rp 2.305.

Perdagangan sesi pertama, IHSG ditutup naik tipis 1,559 poin (0,03%) ke level 5.436,830. Sementara Indeks LQ45 menipis 0,151 poin (0,02%) ke level 945,369. Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 112.570 kali dengan volume 4,86 miliar lembar saham senilai Rp 3,01 triliun. Sebanyak 145 saham naik, 107 turun, dan 102 saham stagnan. Bursa-bursa regional masih kompak bergerak menguat hingga siang hari ini. Penguatan bursa Asia jauh di atas BEI.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Matahari Department Store (LPPF) naik Rp 375 ke Rp 17.925, Inti Agri (IIKP) naik Rp 230 ke Rp 2.425, Link Net (LINK) naik Rp 175 ke Rp 6.075, dan First Media (KBLV) naik Rp 150 ke Rp 2.550. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 700 ke Rp 65.500, Unilever (UNVR) turun Rp 500 ke Rp 39.075, Plaza Indonesia (PLIN) turun Rp 395 ke Rp 2.305, dan Multi Prima (LPIN) turun Rp 375 ke Rp 6.125.

Diawal perdagangan, IHSG dibuka menguat 17,56 poin atau 0,32% menjadi 5.452,83. Sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 bergerak menguat 4,43 poin (0,47%) menjadi 949,95,”Indonesia mencatatkan surplus neraca perdagangan Februari 2015, membaiknya data ekonomi Indonesia berdampak positif pada pasar saham," kata Head of Research Valbury Asia Securities, Alfiansyah.

Disebutkan, neraca perdagangan Indonesia pada Februari 2015 kembali mencatat surplus sebesar US$ 0,74 miliar, setara Rp9,62 triliun (kurs Rp13.000), relatif stabil dibanding surplus Januari 2015 sebesar US$ 0,75 miliar atau Rp9,75 triliun.

Selain itu, lanjut dia, sentimen positif juga datang dari pemerintah Indonesia yang mengeluarkan empat kebijakan ekonomi yakni; insentif pajak bagi pengusaha yang berorientasi ekspor dan melakukan reinvestasi, meningkatkan penggunaan biofuel, penerapan bea masuk anti dumping dan pengamanan sementara, dan memberikan bebas visa kunjungan singkat untuk wisatawan kepada 30 negara.

Dari eksternal, lanjut dia, the Fed kemungkinan akan mengambil sikap hati-hati untuk meningkatkan suku bunganya (Fed fund rate) seiring dengan data pertumbuhan produksi industri AS yang hanya sebesar 0,1% pada Februari ini,”Akumulasi sentimen positif yang muncul baik dari dalam negeri maupun ekternal mendorong IHSG menuju area positif pada perdagangan saham Selasa," katanya.

Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada menambahkan bahwa mulai munculnya sentimen positif mendorong sebagian pelaku pasar mengambil posisi aksi beli saham sehingga momentum penguatan bagi IHSG masih dapat berlanjut,”Diharapkan pekan ini indeks BEI berada dalam tren penguatan, namun tetap cermati arah pasar serta sentimen baru yang bisa berpotensi membalikan arah pasar," katanya. (bani)

Related posts