BEI Hapus Obligasi BFI Finance Rp 225 Miliar

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) akan menghapus pencatatan obligasi berkelanjutan II BFI Finance Indonesia Tahap I Tahun 2014 Seri A dengan nilai Rp225 miliar yang akan jatuh tempo pada 17 Maret 2015. Informasi tersebut disampaikan BEI dalam siaran persnya di Jakarta, Selasa (17/3).

Kadiv Penilaian Perusahaan Group I BEI, Imron Hamzah, mengatakan, terhitung sejak 17 Maret 2015, obligasi berkelanjutan II BFI Finance Indonesia Tahap I Tahun 2014 Seri A tersebut tidak tercatat dan tidak dapat diperdagangkan lagi melalui BEI atau dilaporkan perdagangannya melalui sarana yang disediakan oleh bursa.

Disebutkan, pelunasan pokok obligasi dan atau pembayaran bunga obligasi akan dibayarkan oleh KSEI selaku Agen Pembayaran atas nama emiten sesuai dengan syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan yang diatur dalam Perjanjian Agen Pembayaran kepada pemegang obligasi melalui pemegang rekening sesuai dengan jadwal waktu pembayaran masing-masing sebagaimana yang telah ditentukan.

Sekadar informasi, BFI Finance berdiri pada 1982 sebagai perusahaan patungan dengan Manufacturer Hanover Leasing Corporation, Amerika Serikat. BFIN merupakan salah satu perusahaan pembiayaan tertua di Indonesia.

Pada 1986, PT Bank Umum Nasional dan Essompark Ltd., Hong Kong, mengambil alih kepemilikan Manufacturer Hanover Leasing Corporation dalam Perusahaan. Pada 1990, perusahaan mengubah izin operasi untuk menjalankan usaha multifinance dan berganti nama menjadi PT Bunas Finance Indonesia.

Pada tahun yang sama, perusahaan berganti status menjadi perusahaan publik setelah mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Jakarta (BEJ) dan Bursa Efek Surabaya (BES). BFI adalah salah satu perusahaan pembiayaan yang pertama kali menjadi perusahaan publik pada 1990.

Melewati krisis ekonomi di Asia, yang berawal di 1997, BFI berhasil melakukan restrukturisasi utang lebih cepat pada 2001 serta tanpa melalui program bantuan pemerintah dan nama Perusahaan diubah menjadi PT BFI Finance Indonesia Tbk. Saat ini BFI menjadi perusahaan publik Indonesia yang secara mayoritas dimiliki oleh pihak asing, sebagian besar adalah lembaga keuangan terkemuka. Saat ini, BFI telah menjadi perusahaan penyedia jasa pembiayaan yang ternama, kokoh dari segi keuangan dan operasional. (bani)

Related posts