Laba Bersih Total Persada Turun 15,75% - Buntut Tidak Jual Kondotel

NERACA

Jakarta- Sepanjang tahun 2014, PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL) mencatatkan penurunan laba bersih sebesar 15,75% menjadi Rp 163,67 miliar dibandingkan perolehan setahun sebelumnya yang mencapai Rp 194,29 miliar. Disebutkan, penurunan laba tersebut disebabkan oleh turunnya perolehan pendapatan tahun lalu menjadi Rp 2,10 miliar atau lebih rendah 7,89% dibandingkan perolehan sebelumnya sebesar Rp 2,28 miliar.

Sekretaris Perusahaan Total Persada, Mahmilan Sugiyo menjelaskan, hal ini disebabkan oleh tidak adanya penjualan kondotel sepanjang tahun lalu. Pada 2014, kontribusi penjualan kondotel tercatat sebesar Rp 259,20 miliar,”Ada beberapa penyebab pendapatan perseroan turun. Tapi yang paling berdampak karena PT Total Persada Development (TPD), anak usaha perseroan di bidang properti sama sekali tidak ada penjualan unit kondotel," ujarnya di Jakarta, kemarin.

Sementara itu, tahun lalu beban pokok penjualan pun turun 3,24% menjadi Rp 1,79 miliar. Sebelumnya pada 2013 beban pokok penjualan perseroan adalah sebesar Rp 1,85 miliar. Sehingga, laba kotor perseroan mengalami penurunan sebesar 40,44% dari Rp 432 miliar pada 2013 menjadi Rp 307,6 miliar pada 2014.

Adapun laba per saham perseroan per Desember 2013 tercatat sebesar Rp 48 atau turun 15,75% dibandingkan periode sebelumnya sebesar Rp 56,98. Meskipun performace kinerja keuangan tahun lalu tidak sebaik sebelumnya, namun perseroan tetap mengusulkan membagikan dividen. Dimana dividend payout ratio(DPOR) tahun buku 2014 sekitar 40% atau senilai total Rp 65,5 miliar.

DPOR tersebut, mengalami penurunan dari rasio tahun lalu yang mencapai 61,43%. Hal ini mengingat laba bersih perseroan yang juga mengalami penurunan,”Rasio pastinya menunggu persetujuan lewat rapat umum pemegang saham (RUPS) dulu, tapi sekitar 40%,”kata Mahmilan Sugiyodia.

Setiap tahunnya, kata dia, perseroan telah mematok usulan dividend pay out ratio. Apabila perolehan laba bersih sebesar Rp 50-200 miliar maka pembayaran dividen sekitar 40% dari laba bersih. Sementara, lanjut Mahmilan, jika perolehan laba bersih mampu mencapai Rp 200 miliar maka proyeksi pembayaran dividen berada pada kisaran 50% dari laba bersih.

Sebelumnya, pada 6 Juni 2014 perseroan membagikan dividen tunai senilai Rp 35 per saham yang terdiri dari 3,41 miliar lembar saham. Adapun total laba bersih yang dibagikan mencapai Rp 119,35 miliar.

Tahun ini, perseroan menargetkan perolehan kontrak baru sebesar Rp3 triliun. Angka itu lebih rendah dari realisasi perolehan kontrak baru tahun 2014, “Tahun 2015 targetnya Rp3 triliun, dengan nilai keseluruhan proyek mencapai Rp4,5 triliun,” kata Moeljati Soetrisno, Direktur Total Bangun Persada.

Moeljati mengakui, target perolehan kontrak baru tahun 2015 memang lebih rendah dari perolehan tahun lalu. Dia menjelaskan, untuk tahun 2015, perusahaan tidak lagi menargetkan perolehan kontrak baru dari sistem kerja sama operasi dengan pihak lain. (bani)

Related posts