Cerminan Masalah Struktural Ekonomi - Defisit Neraca Jasa dan Pendapatan

NERACA

Jakarta -Direktur Utama Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia, Hartadi A. Sarwono menuturkan, defisitneraca jasa dan pendapatan yang besar merupakan cerminan masalah struktural perekonomian di Tanah Air."Di satu sisi kita masih perlu modal asing yang besar, di pihak lain kita harus membayar pembagian laba dan bunga kepada pemiliknya di luar negeri," katanya di Jakarta, Senin (16/3).

Selain itu, menurut dia, ekspor dan impor juga sangat tergantung oleh biaya pengapalan (freight) dan asuransi milik asing.Menurut dia permaslahan struktural ini harus segera dicarikan solusinya agar defisit transaksi berjalan begerak ke arah yang lebih sehat."Kebijakan pemerintah untuk mengatasi kekurangan pasokan valuta asing pada umumnya baik untuk diterapkan segera," paparnya.

Apalagi, kata Hartadi, kekurangan pasokan valuta asing lebih diakibatkan oleh masalah struktural pada neraca transaksi berjalan (current account deficits / CAD).

"Kekurangan pasokan valuta asing tidak saja berakibat menurunnya atau bahkan habisnya surplus neraca perdaganan, tetapi juga akibat defisit neraca jasa dan pendapatan yang sangat besar," kata dia. Hartadi punberpendapat masalah tersebut agak sulit karena pelemahan nilai tukar rupiah tidak sederhana apalagi di tengah-tengah menguatnya dolar Amerika Serikat.

Sebagaimana diketahui,pemerintah akan melakukan pengesahan kebijakan untuk memperbaiki defisit transaksi berjalan. Kebijakan tersebutantara lain dengan pemberian insentif pajak, pemberlakuan bea masuk anti-dumping tambahan, penambahan negara penerima bebas visa dan peningkatan penggunaan bahan bakar nabati minimum 20%. [ardi]

Related posts