Bank Mandiri Bagikan Dividen Rp 4,96 Triliun

NERACA

Jakarta – Berkah mencatatkan pertumbuhan kinerja keuangan memberikan dampak positif terhadap pemegang saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Pasalnya, berdasarkan hasil rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST), para pemegang saham menyetujui untuk membagikan dividen sebesar 25% dari laba bersih 2014 atau sebesar Rp 4,96 triliun.

Kata Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Budi G Sadikin, pembagian dividen merupakan langkah untuk memberikan total return kepada investor sebagai apresiasi seiring terus bertumbuhnya Bank Mandiri,”Ambisi Bank Mandiri menjadi bank terbaik di ASEAN tidak bisa lepas dari dukungan pemegang saham, maka dividen ini adalah bentuk apresiasi terhadap pemegang saham,”ujarnya di Jakarta, Senin (16/3).

Asal tahu saja, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk berambisi menguasai pasar ASEAN dengan tetap menggunakan strategi bisnis yang targetnya fokus di dalam negeri sendiri. Disebutkan, sebanyak 50% lebih GDP (PDB) dan populasi penduduk ASEAN itu adalah Indonesia,”Jadi untuk jadi yang terbaik ya harus kuasai pasar Indonesia," kata Budi Gunadi Sadikin.

Budi menuturkan, pada 2020 akan terbuka persaingan dengan perbankan asing di wilayah ASEAN, pihaknya ingin menjadi yang terbaik terutama dari sisi kapitalisasi pasar,”Jadi jangan sampai kita salah strategi. Hebat di ASEAN bukan berarti harus hebat di semua negara ASEAN, tapi harus hebat di Indonesia," kata Budi.

Selain itu, hasil RUPST juga membahas pergantian anggota dewan direksi dan dewan komisaris. Dimana perseroan menunjuk Darmin Nasution sebagai presiden komisaris perseroan menggantikan Mahmudin Yasin. Kemudian mengangkat Apriyanto Putro sebagai wakil presiden komisaris perseroan.

Sementara Direktur Keuangan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Pahala N Mansury memperkirakan, rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) perusahaan pada akhir 2015 mencapai 16,2%, turun sedikit dibandingkan CAR tahun lalu 16,6%,”Kalau sampai akhir tahun ini, dengan aturan OJK yang baru yakni laba di awal tahun berjalan langsung dihitung sebagai CAR, mudah-mudahan akhir tahun ini 16,2 persen," ujar Pahala .

Pahala menambahkan, dengan memperhitungkan ekspansi yang dilakukan perseroan pada tahun ini, maka rasio kecukupan modal diproyeksi berkurang sekitar 0,2-0,3%. Bank Mandiri sendiri juga menyatakan akan menjaga kualitas kredit walaupun tingkat kredit bermasalah (NPL) perseroan saat ini dinilai masih bagus apabila dibandingkan dengan kondisi pada 2008 yakni NPL menembus tiga persen,”Mandiri nyaman dengan kondisi NPL saat ini. NPL kita sekarang paling rendah secara history. Kami cukup yakin NPL bisa terjaga karena provisi kita banyak, kita pegang di atas 200 persen, itu menunjukkan konservatisme kita," kata Budi Gunadi Sadikin.

Menurut Budi, kenaikan NPL dialami oleh semua bank dan bisnis nasabah juga memang mengalami sedikit kesulitan pada awal-awal tahun ini,”Jadi sebagai bankir kita harus hati-hati, jangan terlalu agresif sehingga bisa melewati kondisi yang kurang baik ini dengan fondasi yang kokoh," ujar Budi. (bani)

Related posts