Kresna Tangani 5 Perusahaan Bakal IPO

PT Kresna Graha Sekurindo Tbk (KREN) atau Kresna Securities menyampaikan, pihaknya sedang memproses 4-5 perusahaan yang ingin mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui Penawaran Umum Perdana Saham (Initial Public Offering/IPO).

Presiden Direktur PT Kresna Graha Sekurindo Tbk, Michael Steven, ke empat atau lima perusahaan yang berniat melakukan IPO bergerak di bidang usaha yang berbeda. Misalnya, ada yang bergerak di bidang properti, pertambangan, otomotif, dan jasa keuangan,”Ada sekitar 4-5 perusahaan masuk dalam pipeline kami yang akan melangsungkan IPO. Kami sedang memprosesnya dokumen perusahaan - perusahaan tersebut. Berharap tahun ini bisa listing. Namun, terkadang yang masuk dalam pipeline belum tentu diterbitkan di tahun yang sama juga," tutur Michael, di Jakarta, Senin (16/3).

Disinggung berapa besar nilai dari 4-5 perusahaan yang akan IPO, Michael belum bisa membeberkannya. "Perusahaan yang akan IPO masih dalam proses dan masih terlalu premature, jadi belum bisa kami jelaskan sekarang" imbuhnya.

Michael mengaku, Manajemen Kresna Graha akan selalu mengikuti imbauan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) yang ingin memiliki market yang luas, salah satunya dengan memperbanyak jumlah Emiten. Dengan banyaknya Emiten di Bursa, pastinya akan menambah semarak lagi market Indonesia,”Oleh karena itu, kamu akan mencoba semaksimal mungkin untuk menggiring perusahaan - perusahaan melantai di Bursa. Kalau bisa, kami cari perusahaan yang besar perolehan dana IPO-nya, seperti perusahaan yang sudah kami tangani yakni PT Sido Muncul Tbk dengan perolehan dana sekitar Rp 844 miliar, dan nanti ini PT Mitra Keluarga Karyasehat yang mengincar dana sekitar Rp 4,45 triliun," katanya.

Michael menegaskan, jika 4-5 perusahaan belum bisa berhasil listing semua di tahun ini, bukan berarti perusahaan mengulur waktu atau melihat pasar yang dinilai kurang bersahabat bagi perusahaan yang akan IPO pada tahun ini,”Kalo kami sih bukannya wait and see atau menunggu kondisi apapun dalam melakukan IPO. Kami lebih memproses saja atau membereskan dokumen - dokumen yang merupakan persyatan bagi perusahaan yang ingin mencatatkan sahamnya di Bursa. Setelah beres, sudah pasti langsung kami lakukan pendaftaran. Kemudian, setelah itu baru kami pikirkan kapan listing di Bursa," tegasnya. (bani)

Related posts