Saham RS Mitra Keluarga Diminati Asing - Konsisten Bukukan Kenaikan Laba

NERACA

Jakarta – Meskipun penawaran saham PT Rumah Sakit Mitra Keluarga sebesar Rp 17.000 per saham dinilai kemahalan oleh para analis dibanding emiten rumah sakit lainnya yang sudah listing, seperti Siloam dan Omni Internasional. Presiden Direktur PT Kresna Graha Sekurindo Tbk, Michael Steven, selaku penjamin emisi IPO keukeuh bila saham Rumah Sakit Mitra akan terserap pasar.

Disebutkan, berdasarkan hasil roadshow dari Hongkong, Singapura dan London hampir semuanya investor menyatakan minat untuk membeli saham perdana Rumah Sakit Mitra,”Saham perdana Rumah Sakit Mitra siap diserap investor institusi asing,”ujarnya di Jakarta, Senin (16/3).

Dia menegaskan, saham yang di tawarkan sesuai dengan performance kinerja perseroan yang konsisten mencatatkan pertumbuhan laba bersih tiap tahunnya di bandingkan dengan emiten rumah sakit lainnya. Bahkan dirinya menyakini, investor yang membeli saham Mitra Keluarga bakal meraup untung. Pasalnya, emiten sektor rumah sakit sangat diminati investor asing lantaran dinilai defensif terhadap cuaca apapun karena sektor ini menjadi kebutuhan.

Kendatipun 99% investor institusi asing menyatakan minat saham IPO RS Mitra Keluarga, kata Michael, pihaknya juga akan memberikan prioritas terhadap investor ritel lokal. Oleh karena itu, harga saham perdana yang ditawarkan dinilai tidak kemahalan dengan PE 41 kali bila dibandingkan dengan industri sektor rumah sakit diatas 100 kali.

Ir. Rustiyan Oen, MBA, Direktur Utama Mitra Keluarga mengungkapkan, perseroan masih fokus mengembangkan ekspansi bisnis di pulau Jawa seperti Jakarta dan Surabaya dengan alasan infrastrukturnya memadai,”Kita belum ekspansi di luar jawa karena infrastruktur disana belum siap,”tandasnya.

Sebagai informasi, dalam lima tahun ke depan pihaknya akan membangun sebanyat 7 RS baru di wilayah Jabodetabek dan Surabaya. Rencananya tahun ini 1 RS, tahun depan 2 RS, kemudian sisanya satu-satu per tahun. Adapun untuk biaya pembangunan 1 RS berkisar Rp250 miliar hingga Rp300 miliar. Sehingga untuk tahun 2015, perseroan hanya menyiapkan belanja modal (capital ecpenditure/capex) di kisaran Rp300 miliar saja. "Capex tahun ini mendekati Rp300 miliar," ungkap Rustiyan.

Saat ini RS Mitra Keluarga beroperasi di sebelas RS – tujuh di Jakarta dan sekitarnya, tiga di Surabaya, dan satu di Tegal – dengan total kapasitas sekitar 2.000 tempat tidur."Dari jumlah bad yang ada tingkat okupansinya rata-rata 70% dengan line of stay rata-rata 3,6 hari per pasien. Ini antara pasien pribadi dan yang dicover asuransi seimbang," kata dia.

Ke depan, lanjut Rustiyan, pertumbuhan RS dalam 5 tahun ke depan bakal positif mengingat sejauh ini belum ada pemain besar di industri ini. Selain itu, dengan pertumbuhan ekonomi yang membaik, tingkat pertumbuhan kelas menengah juga tinggi, namun ketersediaan RS masih minim. "Belum lagi kita liat pasien BPJS penuh di sejumlah RS. Jadi ke depan industri tetap tumbuh,”tandasnya.

Kepala Riset MNC Securities Edwin Sebayang berpendapat, harga awal penawaran IPO saham PT Mitra Keluarga Karya sehat pada kisaran Rp 14.500-18.000 terlalu mahal. Penilaian tersebut didasarkan pada potensi gain dan dividennya, terutama jika dibandingkan rumah sakit selevel seperti PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO). (bani)

Related posts