PNM Kembangkan Kapasitas Usaha Serentak di 5 Provinsi

NERACA

Jakarta - Untuk menjawab tingginya kebutuhan pelatihan sektor UMKM dan untuk semakin mempersiapkan pelaku usaha UMKM bersaing dengan pelaku usaha lainnya, PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau yang lebih dikenal dengan PNM sebagai lembaga keuangan nonbank milik pemerintah kembali melaksanakan pelatihan regular melalui program Peningkatan Kapasitas Usaha (PKU) secara serentak di 5 (lima) provinsi di Indonesia.

Pelatihan tersebut terlaksana di Cirebon melalui klaster Jatibarang, Jember melalui klaster Tanggul, Medan, Kediri melalui klaster Nganjuk, dan Banjarmasin melalui klaster Palangkaraya.Kegiatan yang berlangsung selama satu hari ini penuh itu diikuti dengan antusias sekurang-kurangnya oleh 100 peserta di tiap provinsi pelaksana. Peserta terdiri dari anggota kelompok usaha yang diisi dengan pemberian motivasi untuk membangkitkan semangat kewirausahaan mereka untuk lebih terpacu dan bersemangat dalam mengembangkan usaha. Tema yang dipilih di tiap daerah pun menyesuaikan dengan kondisi dan isu-isu terkini mengenai perkembangan ekonomi hingga kiat sukses berwirausaha.

Executive Vice President PT PNM (Persero), Arief Mulyadi menjelaskan, PNM merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang didirikan oleh pemerintah dengan misi pemberdayaan usaha mikro kecil di seluruh Indonesia. Pemberdayaan yang dilakukan bukan hanya pada sisi permodalan dalam bentuk pinjaman modal usaha, tetapi juga pelatihan dan pendampingan untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan para pelaku UMK.

“Kita ketahui Indonesia memiliki potensi sumber daya alam yang besar dengan karakteristik masing-masing daerah yang berbeda satu dengan lainnya dengan keunikannya masing-masing pula. Ini mendorong sektor UMKM di daerah ini terus tumbuh dan berkembang. Sehingga, PNM pun hadir dan siap bersama dengan pelau usaha UMKM mengembangkan daya saing kedepan,” kata dia, di Jakarta, Sabtu (14/3), pekan lalu.

Menjadi pengusaha tidak hanya sekadar untuk memenuhi kebutuhan agar bisa hidup layak, tetapi juga bagian dari upaya aktualisasi dan pengembangan potensi diri sebagi manusia yang kreatif dengan meningkatkan nilai manfaat dari berbagai sumber daya yang ada di lingkunganya. Karena itu, keberhasilan sebagai pengusaha akan sangat ditentukan oleh pengetahuan dan ketrampilan yang dimiliki, baik yang menyangkut pengetahuan teknis (hard skill) maupun sikap mental (soft skill).

“Pengetahuan teknis biasanya menyangkut penguasaan manajemen usaha, teknis produksi, administrasi keuangan, dan berbagai ketrampilan lainnya. Sedangkan yang menyangkut soft skill lebih mengacu pada kemampuan interpersonal seperti kemampuan dalam berkomunikasi, kejelian dalam melihat peluang usaha, keberanian dan semangat pantang menyerah,” tambah Arief.

Melalui pelatihan ini diharapkan para pelaku UMK ini benar-benar mampu memanfaatkan pembiayaan yang telah diterima seoptimal mungkin, sehingga secara nyata mampu mengembangkan usahanya, sekaligus memacu semangat usaha para nasabah dalam melakukan inovasi, baik dalam hal pengelolaan usaha, inovasi produk, pemasaran dan lain-lain. Selain melakukan pelatihan secara reguler kepada nasabah ULaMM, PNM juga aktif melakukan pembinaan berdasarkan klaster.

Pola pembinaan yang berbasis klaster ini dilakukan dalam rantang waktu yang lebih lama dan menyeluruh. Pelaksanaan program bisa mencapai 6 bulan hingga satu tahun, mulai dari proses assesment awal guna mengetahui berbagai kebutuhan para anggota klaster, dilanjutkan dengan serangkaian pelatihan baik menyangkut penguatan kelompok, manajemen usaha, manajemen keuangan, kewirausahaan, desain produk, pemasaran, teknologi pengemasan, sertifikasi dan lain-lain. [mohar]

Related posts