Mansek Buka Cabang di Vietnam dan Thailand - Perluas Pangsa Pasar Regional

NERACA

Bali – Perluas pangsa pasar guna mendukung ekspansi bisnis di ASEAN, PT Mandiri Sekuritas berencana merambah pasar di Vietnam dan termasuk membuka cabang kantor di sana. Hal ini dilakukan, lantaran negara tersebut dinilai memiliki potensi pasar yang menjanjikan dengan populasi masyarakatnya sebesar 92 juta dan di dukung pertumbuhan ekonominya yang positif.

Direktur Utama PT Mandiri Sekuritas, Abiprayadi Riyanto mengatakan, perseroan akan terus ekspansi ke negara lain sejauh ada potensi pasar yang menjanjikan. Apalagi, ekspansi bisnis Mandiri Sekuritas harus sejalan dengan induk usahanya PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) yang menargetkan menjadi bank regional terbesar di ASEAN, “Mansek akan terus ekspansi ke di regional, dari beberapa negara ASEAN yang sudah maju, Vietnam masih mempunyai peluang besar ketimbang pasar di Singapura dan Malaysia,”ujarnya di Bali, Sabtu (14/3).

Dirinya menjelaskan, pasar modal di Vietnam lambat tapi pasti mulai berkembang pesat. Bahkan pasar modal disana, kata Abi, kapitalisasi pasarnya sudah separuh dari pasar modal di Indonesia. Kemudian mulai pesatnya pasar modal di Vietnam juga di suport populasi masyarakatnya yang cukup besar. Oleh karena itu, Mandiri Sekuritas (Mansek) berambisi merambah pasar modal di Vietnam.

Kata Abi, saat ini pihaknya masih menjajaki kerjasama dengan beberapa broker pasar modal disana sebelum secara fix membuka pasar di sana,”Kita masih jajaki dulu aturan disana dan segmen pasarnya serta sektor saham apa saja yang menjadi primadonanya,”ungkapnya.

Namun sayangnya, Abiprayadi belum mau bercerita banyak soal ekspansi bisnisnya merambah pasar modal di Vietnam. Bahkan dirinya sesumbar, setelah sukses merambah pasar modal di Vietnam akan berlanjut ke pasar modal di Thailand.

Sebagai informasi, saat ini Mansek baru memiliki kantor cabang di Singapura untuk membidik pasar negara tersebut. Rencananya tahun ini, perseroan akan mengubah kantor cabang di Singapura menjadi anak perusahaan dengan harapan bisa memudahkan untuk menjadi penjamin emisi perusahaan di Singapura yang bakal listing,”Dengan perubahan dari status cabang menjadi anak usaha, perseroan bisa memenuhi target emisi. Sehingga anak usaha di Singapura bisa melakukan penjaminan emisi untuk penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) dan obligasi,”kata Direktur Mandiri Sekuritas, Iman Rachman.

Dia menuturkan, perseroan telah menuntaskan penerbitan obligasin global sebesar US$ 200 juta. Dimana penerbitan global bond tersebut untuk PT Pertamina (Persero) dan PT Pakuwon Jati Tbk (PWON). Tahun ini, Mansek menargetkan penjaminan emisi sebesar Rp 12 triliun atau naik tipis di banding target tahun lalu yang mencapai Rp 11 triliun.

Sejak awal Mandiri Sekuritas berdiri sampai akhir November 2014, telah meraih 46 mandat penjamin emisi dengan nilai sebesar Rp35,4 triliun. Sementara itu, jumlah nasabah ritel Mandiri Sekuritas sudah mencapai 36 ribu sampai saat ini, angka itu mengalami kenaikan sebesar 63% dari perolehan tahun lalu sebesar 22 ribu nasabah.

Sampai akhir tahun 2014 mencapai 40 ribu nasabah dan tahun ini meningkat sampai 75 ribu nasabah ritel. Dimana jaringan distribusi Mansek sudah ada 31 cabang termasuk Singapura. (bani)

Related posts