Tak Berdampak Langsung ke Multifinance - Pelemahan Rupiah

NERACA

Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan menyatakan pelemahan nilai tukar rupiah pada beberapa minggu terakhir tidak berpengaruh secara langsung terhadap industri pembiayaan (multifinance) di Tanah Air karena regulator sudah mewajibkan hedging (lindung nilai) bagi perusahaan pembiayaan yang meminjam valuta asing (valas).

Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non Bank Otoritas Jasa Keuangan, Firdaus Djaelani mengatakan, pihaknya telah melakukan kajian dampak dan stress test perubahan nilai tukar pada perusahaan pembiayaan yang di industri keuangan nonbank yang dinilai memiliki dampak relatif tinggi terhadap valas.

"Dampak kenaikan beban pinjaman valas (akibat pelemahan rupiah), tidak menurunkan ekuitas secara langsung bagi perusahaan pembiayaan," ujar Firdaus, di Jakarta, Kamis (12/3). Dia juga menuturkan, secara umum industri pembiayaan mengambil kebijakan hedging melalui natural hedging atau instrumen derivative cross currency swap.

Natural hedging dilakukan melalui matching currency antara sumber pendanaan dan penyaluran pembiayaan sehingga sumber penerimaan dalam bentuk valas tertentu dapat men-set off kewajiban untuk jenis valas yang sama.

"Perusahaan pembiayaan yang memiliki foreign currency gap mengambil langkah antisipatif dengan melakukan hedging melalui cross currency swap, sehingga risiko nilai tukar tersebut diharapkan dapat di mitigasi dengan baik," jelas Firdaus. [ardi]

Related posts