Indonesia Harus Siap Bersaing di MEA - CIMB Niaga Economic Forum 2015

NERACA

Jakarta - PT Bank CIMB Niaga Tbk menyelenggarakan Economic Forum 2015, dengan tema “Persiapan Indonesia dalam Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015 dan Program Pemerintahan Baru Nawa Cita”. Forum ini diharapkan dapat memberikan gambaran tentang isu-isu penting serta strategi Indonesia menghadapi MEA 2015.

“Keberadaan MEA 2015 tidak hanya membawa peluang dan manfaat bagi Indonesia, tetapi juga tantangan baik di bidang ekonomi maupun non-ekonomi. Karenanya, diperlukan sinergi semua pihak baik pemerintah, pelaku usaha termasuk perbankan, akademisi, serta masyarakat sehingga Indonesia dapat bersaing di kawasan regional,” ungkap Direktur Utama Bank CIMB Niaga, Arwin Rasyid, di Jakarta, Kamis (12/3).

Menurut Arwin, pemerintahan baru di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla telah mencanangkan program ‘Nawa Cita’ yang berisi sembilan agenda prioritas. Salah satunya adalah mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi nasional.

Pemerintah, lanjut Arwin, juga memprioritaskan untuk meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional sehingga bangsa Indonesia bisa maju dan bangkit bersama bangsa-bangsa Asia lainnya. “Prioritas ini memiliki titik berat dan keterkaitan dengan bagaimana kesiapan Indonesia menghadapi persaingan di MEA 2015,” ujar Arwin.

Dalam economic forum yang dihadiri sejumlah nasabah prioritas CIMB Niaga ini, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Sofyan Djalil tampil sebagai keynote speaker. Adapun para pembicara terdiri dari Menteri Kelautan dan Perikanan RI Susi Pudjiastuti; Ketua Umum Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Suryo Bambang Sulisto; Lead Economist for Indonesia, World Bank Ndiame Diop; Pengamat Politik Eep Saefulloh Fatah; dan Chief Economist CIMB Group Arup Raha.

Dalam paparannya, Menteri Kelautan dan Perikanan RI Susi Pudjiastuti menjelaskan pemberdayaan sumber daya kelautan Indonesia dan nelayan lokal untuk mendukung pertumbuhan ekonomi negara. Dia juga menggaris-bawahi sejauh mana potensi sumber daya kelautan Indonesia dan nelayan lokal untuk dapat bersaing di MEA 2015.

Dari sisi pelaku usaha, Ketua Umum Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Suryo Bambang Sulisto menekankan bagaimana kesiapan pengusaha Indonesia menghadapi ekspansi pengusaha dari negara-negara tetangga di ASEAN.

Adapun Lead Economist for Indonesia, World Bank Ndiame Diop menyampaikan pandangan Bank Dunia terhadap prospek dan kondisi perekonomian Indonesia dibandingkan negara-negara ASEAN lainnya. Selain sebagai tempat berinvestasi, Diop juga mengulas kesiapan Indonesia mengantisipasinya.

Sedangkan pengamat politik Eep Saefulloh Fatah menyoroti kondisi politik Indonesia yang sangat berperan dalam menghadapi MEA 2015. Dia juga menganalisa bagaimana pengaruh MEA itu sendiri terhadap situasi politik di Tanah Air.

Arwin berharap, MEA 2015 dapat menjadi momentum bagi perusahaan-perusahaan nasional termasuk perbankan, untuk dapat lebih berkembang dan menjadi tuan rumah di negeri sendiri. “Bagi CIMB Niaga sendiri, kami akan melanjutkan investasi dalam pengembangan sumber daya manusia, pengelolaan risiko, infrastruktur, dan peningkatan sistem perbankan untuk mendukung tahap pertumbuhan CIMB Niaga selanjutnya sebagai antisipasi menghadapi MEA 2015,” tutup Arwin. [rin]

Related posts